Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid
Senin, 20 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Rakyat di Kairo diminta untuk menghiasi rumah-rumah. Kemudian pemimpin setempat menetapkan Barsbay penguasa Akhur ll, sebagai utusan kepada lbnu Utsman untuk mengucapkan kata selamat. (Baca juga: Hagia Sophia dan Masjid-Masjid yang Menjadi Gereja )
Sejarawan Abu Al-Mahasi bin Taghri Bardi menggambarkan, bagaimana perasaan manusia ketika itu dan kondisi mereka di Kairo tatkala utusan Sultan Muhammad Al-Fatih sampai ke Kairo dengan membawa sejumlah hadiah dan dua tawanan dari pembesar Romawi.
Baca juga: Jalan Panjang Konstantinopel, Hagia Shophia, dan Muhammad Al-Fatih
"Saya berkata, segala puji bagi Allah atas penaklukkan yang sangat gemilang ini,” ucapnya.
Kemudian datanglah utusan itu dengan membawa dua tawanan dari pembesar Romawi. Lalu dia datang bersama dua tawanan itu kepada penguasa Mesir, Sultan Inal. (Baca juga: Hagia Sophia dan Kehebatan Sultan Muhammad Al-Fatih )
“Kedua orang itu berasal dari Kota Konstantinopel yang di dalamnya ada gereja yang sangat besar. Maka Sultan Mesir sangat bergembira dengan penaklukan yang sangat gemilang itu, demikian juga dengan penduduk Mesir. Kemudian diumumkanlah kabar gembira itu dan rumah-rumah penduduk dihias dengan hiasan warna warni, sebagai ungkapan suka-cita atas kemenangan yang gemilang,” lanjutnya. (Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel)
Peristiwa ini berlangsung beberapa hari. Kemudian utusan itu datang dengan membawa dua orang tawanan ke dalam benteng pada hari Senin tanggal 25 Syawwal, setelah utusan itu dan kawan-kawannya berkeliling kota Kairo. “Penduduk Kairo berpesta dengan kemenangan itu dengan menghiasi toko-toko mereka. Sultan menerima para utusan dengan jamuan di Benteng labal,” tambahnya. (Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih)
Apa yang disebutkan oleh Abu Al-Mahasan bin Taghri Bardi tentang pesta kemenangan itu dan kegembiraan rakyat Kairo, menurut Ash-Shalabi, terjadi di berbagai kota-kota Islam. Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengirim beberapa surat pemberitahuan tentang penaklukkan itu kepada penguasa Mesir, penguasa Iran, penguasa Makkah, dan penguasa Qurman. (Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan )
Dia juga mengirim beberapa surat kepada penguasa-penguasa negeri tetangga yang beragama Nasrani seperti Murah, Valachie, Hungaria, Bosnia, Serbia, Alabania dan semua wilayah yang menjadi kekuasaannya. (Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid )
Sejarawan Abu Al-Mahasi bin Taghri Bardi menggambarkan, bagaimana perasaan manusia ketika itu dan kondisi mereka di Kairo tatkala utusan Sultan Muhammad Al-Fatih sampai ke Kairo dengan membawa sejumlah hadiah dan dua tawanan dari pembesar Romawi.
Baca juga: Jalan Panjang Konstantinopel, Hagia Shophia, dan Muhammad Al-Fatih
"Saya berkata, segala puji bagi Allah atas penaklukkan yang sangat gemilang ini,” ucapnya.
Kemudian datanglah utusan itu dengan membawa dua tawanan dari pembesar Romawi. Lalu dia datang bersama dua tawanan itu kepada penguasa Mesir, Sultan Inal. (Baca juga: Hagia Sophia dan Kehebatan Sultan Muhammad Al-Fatih )
“Kedua orang itu berasal dari Kota Konstantinopel yang di dalamnya ada gereja yang sangat besar. Maka Sultan Mesir sangat bergembira dengan penaklukan yang sangat gemilang itu, demikian juga dengan penduduk Mesir. Kemudian diumumkanlah kabar gembira itu dan rumah-rumah penduduk dihias dengan hiasan warna warni, sebagai ungkapan suka-cita atas kemenangan yang gemilang,” lanjutnya. (Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel)
Peristiwa ini berlangsung beberapa hari. Kemudian utusan itu datang dengan membawa dua orang tawanan ke dalam benteng pada hari Senin tanggal 25 Syawwal, setelah utusan itu dan kawan-kawannya berkeliling kota Kairo. “Penduduk Kairo berpesta dengan kemenangan itu dengan menghiasi toko-toko mereka. Sultan menerima para utusan dengan jamuan di Benteng labal,” tambahnya. (Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih)
Apa yang disebutkan oleh Abu Al-Mahasan bin Taghri Bardi tentang pesta kemenangan itu dan kegembiraan rakyat Kairo, menurut Ash-Shalabi, terjadi di berbagai kota-kota Islam. Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengirim beberapa surat pemberitahuan tentang penaklukkan itu kepada penguasa Mesir, penguasa Iran, penguasa Makkah, dan penguasa Qurman. (Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan )
Dia juga mengirim beberapa surat kepada penguasa-penguasa negeri tetangga yang beragama Nasrani seperti Murah, Valachie, Hungaria, Bosnia, Serbia, Alabania dan semua wilayah yang menjadi kekuasaannya. (Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid )
(mhy)
Lihat Juga :