Kisah Hagia Sophia dan Sultan Muhammad Al-Fatih

Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel

loading...
Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel
Ilustrasi Pasukan Utsmani. Foto/Ilustrasi/Ist
SULTAN Muhammad Al-Fatih atau Sultan Muhammad II berusaha dengan berbagai cara dan strategi untuk menaklukan kota Konstantinopel. Di antaranya dengan cara memperkuat kekuatan militer Utsmani dari segi personil hingga jumlahnya mencapai 250.000 mujahid. Armada angkatan laut juga diperkuat dengan 400 unit kapal. Ini belum termasuk meriam raksasa yang disiapkan untuk menjebol benteng pusat kekaisaran Byzantiumitu.

Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat besar, jika dibandingkan jumlah tentara di negara lain saat itu. Dia juga memperhatikan pelatihan pasukannya dengan berbagai seni tempur dan ketangkasan menggunakan senjata, yang bisa membuat mereka ahli dan cakap dalam operasi jihad yang ditunggu-tunggu.

Sebagaimana ia juga memperhatikan sisi maknawi dan menanamkan semangat jihad di dalam diri pasukannya, ia juga selalu mengingatkan mereka akan pujian Rasulullah kepada pasukan yang mampu menaklukan Konstantinopel adalah tentaranya. Ini memberikan dorongan moral yang sangat kuat dan tiada tara di kalangan pasukannya. (Baca juga: Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih)

Ditambah kehadiran banyak ulama di tengah-tengah pasukan muslimin yang banyak memberi dampak demikian besar dalam menguatkan tekad pasukan dan menguatkan semangat jihad sesuai dengan perintah Allah Ta’ala.



Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Islamiyah menyebutkan Sultan Muhammad membangun benteng yang sangat strategis, Romali Hishar di wilayah selatan Eropa di Selat Bosphorus berhadapan dengan benteng yang pernah dibangun di masa pemerintahan Bayazid di daratan Asia. Tinggi benteng itu sekitar 82 meter. Maka jadilah dua benteng itu berhadapan yang dipisahkan jarak hanya 660 meter.

Benteng ini mampu mengendalikan penyeberangan armada laut dari arah timur Boshporus ke arah barat dan mencegah bantuan yang akan menuju ke pihak musuh. (Baca juga: Guru Spiritual di Balik Sukses Penaklukan Konstantinopel).

Khusus untuk kebijakan pembangunan Benteng, Kaisar Romawi berusaha membujuk Sultan Muhammad untuk tidak membangun benteng itu. Dia menawarkan uang ganti rugi dalam jumlah besar yang akan dibayarkan kepada sultan. Namun, Sultan Muhammad tidak bergeming dari rencana awal.



Dia sadar, pembangunan benteng itu memiliki arti yang sangat strategis. Hingga akhirnya rampunglah satu benteng yang demikian tinggi dan sangat aman. Tingginya sekitar 82 meter. Maka jadilah dua benteng itu berhadapan yang dipisahkan jarak hanya 660 meter yang mampu mengendalikan penyebarangan armada laut dari arah Timur Bosphorus ke sebelah barat.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اذۡكُرُوۡا اللّٰهَ ذِكۡرًا كَثِيۡرًا
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,

(QS. Al-Ahzab:41)
cover bottom ayah
preload video