Bolehkah Umrah Berkali-kali dalam Satu Kali Safar?
Selasa, 20 Juni 2023 - 23:12 WIB
loading...
Jemaah Umrah sedang berbuka puasa saat menunaikan Umrah di bulan Ramadan beberapa waktu lalu. Foto/Reuters
A
A
A
Di antara kaum muslim mungkin ada yang mengerjakan Umrah berkali-kali dalam satu kali safar. Bagaimana hukumnya dalam syariat, bolehkah? Berikut penjelasannya.
Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan dalam satu kajiannya menerangkan ada dua pendapat tentang masalah ini.
1. Pendapat Pertama Melarang
Alasannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melakukannya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
ولم يكن في عُمَره صلى الله عليه وسلم عمرةٌ واحدةٌ خارجاً من مكة ، كما يفعل كثير من الناس اليوم ، وإنما كانت عمَرُه كلُها داخلاً إلى مكة....
"Tidak pernah ada pada Umrah-umrah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam satu pun Umrahnya yang beliau lakukan keluar dari Mekkah sebagaimana yang dilakukan orang-orang sekarang. Sesungguhnya semua Umrah yang Nabi lakukan adalah saat memasuki Mekkah..." (Zaadul Ma'ad, 2/89-90)
2. Pendapat Kedua Membolehkan
Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa Umrah berkali-kali dalam satu kali safar adalah boleh, bahkan sunnah. Berdasarkan sunnah qauliyah yang sahih, bahwa umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa.
Sunnah qauliyah tentunya sebagai hujjah, walau sunnah fi'liyah tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Dalam fatwa Darul Ifta Al-Mishriyyah:
تكرارُ العُمرةِ أكثر مِن مَرةٍ جائزٌ شرعًا مُطلَقًا، بل الإكثار منها مُستحبٌّ مُطلَقًا، وهو مذهب جماهير علماء المسلمين سلفًا وخلفًا
"Mengulang Umrah (dalam satu kali safar) adalah boleh secara syariat secara mutlak, bahkan mustahab (Sunnah), dan merupakan pendapat mayoritas salaf dan khalaf." (Fatwa No 2321)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata tentang Hadits "Umrah yang satu ke Umrah berikutnya adalah penghapus dosa."
: ولا يُكره عمرتان وثلاث وأكثر في السنة الواحدة، ولا في اليوم الواحد، بل يستحب الإكثار منها بلا خلاف عندنا
Artinya: "Tidak makruh dua kali umrah, tiga, dan lebih dalam satu tahun, bahkan dalam satu hari. Justru itu Sunnah untuk memperbanyaknya. Ini tidak ada perselihan bagi kami." (Al-Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 7/147)
Syaikh Abdullah Al-Faqih hafizhahullah berkata:
Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan dalam satu kajiannya menerangkan ada dua pendapat tentang masalah ini.
1. Pendapat Pertama Melarang
Alasannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melakukannya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
ولم يكن في عُمَره صلى الله عليه وسلم عمرةٌ واحدةٌ خارجاً من مكة ، كما يفعل كثير من الناس اليوم ، وإنما كانت عمَرُه كلُها داخلاً إلى مكة....
"Tidak pernah ada pada Umrah-umrah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam satu pun Umrahnya yang beliau lakukan keluar dari Mekkah sebagaimana yang dilakukan orang-orang sekarang. Sesungguhnya semua Umrah yang Nabi lakukan adalah saat memasuki Mekkah..." (Zaadul Ma'ad, 2/89-90)
2. Pendapat Kedua Membolehkan
Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa Umrah berkali-kali dalam satu kali safar adalah boleh, bahkan sunnah. Berdasarkan sunnah qauliyah yang sahih, bahwa umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa.
Sunnah qauliyah tentunya sebagai hujjah, walau sunnah fi'liyah tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Dalam fatwa Darul Ifta Al-Mishriyyah:
تكرارُ العُمرةِ أكثر مِن مَرةٍ جائزٌ شرعًا مُطلَقًا، بل الإكثار منها مُستحبٌّ مُطلَقًا، وهو مذهب جماهير علماء المسلمين سلفًا وخلفًا
"Mengulang Umrah (dalam satu kali safar) adalah boleh secara syariat secara mutlak, bahkan mustahab (Sunnah), dan merupakan pendapat mayoritas salaf dan khalaf." (Fatwa No 2321)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata tentang Hadits "Umrah yang satu ke Umrah berikutnya adalah penghapus dosa."
: ولا يُكره عمرتان وثلاث وأكثر في السنة الواحدة، ولا في اليوم الواحد، بل يستحب الإكثار منها بلا خلاف عندنا
Artinya: "Tidak makruh dua kali umrah, tiga, dan lebih dalam satu tahun, bahkan dalam satu hari. Justru itu Sunnah untuk memperbanyaknya. Ini tidak ada perselihan bagi kami." (Al-Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 7/147)
Syaikh Abdullah Al-Faqih hafizhahullah berkata:
Lihat Juga :