Kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika Bangun Tidur
Jum'at, 07 Juli 2023 - 05:43 WIB
loading...
Kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika bangun tidur adalah membaca akhir dari Surat Ali Imran. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika bangun tidur adalah membaca akhir dari Surat Ali Imran .
Imam Nawawi dalam kitab Tibyan fi Hamalat Al-Qur’an menjelaskan bahwa sunah hukumnya membaca ayat-ayat terakhir dari Surat Ali Imran, karena bila dicermati isi ayatnya, maka akan dipahami akan tanda-tanda orang yang berakal (Ulil Albab). Yaitu orang yang selalu berfikir akan keagungan Allah dalam segala kondisi.
Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 59 Mengupas Kerasulan Nabi Isa
Berikut ayat akhir atau 190-194 Surah Ali Imran tersebut:
Inna fii khalqis samaawati wal ardi wakhtilaafil laili wannahaari la Aayaatil liulil albaab
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
Allaziina yazkuruunal laaha qiyaamaiw-wa qu'uudanw-wa 'alaa juno obihim wa yatafakkaruuna fii khalqis samaawaati wal ardi Rabbanaa maa khalaqta haaza baatilan Subhaanak faqinaa 'azaaban Naar
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Baca juga: BacaSurat Ali Imran 190-191, Nabi Menangis karena Ayat Ini
Rabbanaaa innaka man tudkhilin Naara faqad akhzai tahuu wa maa lizzaalimiina min ansaar
Imam Nawawi dalam kitab Tibyan fi Hamalat Al-Qur’an menjelaskan bahwa sunah hukumnya membaca ayat-ayat terakhir dari Surat Ali Imran, karena bila dicermati isi ayatnya, maka akan dipahami akan tanda-tanda orang yang berakal (Ulil Albab). Yaitu orang yang selalu berfikir akan keagungan Allah dalam segala kondisi.
Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 59 Mengupas Kerasulan Nabi Isa
Berikut ayat akhir atau 190-194 Surah Ali Imran tersebut:
اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ
Inna fii khalqis samaawati wal ardi wakhtilaafil laili wannahaari la Aayaatil liulil albaab
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allaziina yazkuruunal laaha qiyaamaiw-wa qu'uudanw-wa 'alaa juno obihim wa yatafakkaruuna fii khalqis samaawaati wal ardi Rabbanaa maa khalaqta haaza baatilan Subhaanak faqinaa 'azaaban Naar
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Baca juga: BacaSurat Ali Imran 190-191, Nabi Menangis karena Ayat Ini
رَبَّنَاۤ اِنَّكَ مَنۡ تُدۡخِلِ النَّارَ فَقَدۡ اَخۡزَيۡتَهٗ ؕ وَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ
Rabbanaaa innaka man tudkhilin Naara faqad akhzai tahuu wa maa lizzaalimiina min ansaar
Lihat Juga :