alexametrics

Jelang Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Ini Fatwa yang Lengserkan Sultan Abdul Hamid II dan Hancurkan Khilafah Utsmani

loading...
Ini Fatwa yang Lengserkan Sultan Abdul Hamid II dan Hancurkan Khilafah Utsmani
Sultan Abdul Hamid II. Foto/Wikipedia
PADA hari Selasa tanggal 27 April 1909 M sebanyak 240 anggota Majelis A’yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan untuk mencopot Sultan Abdul Hamid II . (Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II)

Syaikh Naib Hamdi Afandi Al-Mali menuliskan draft fatwa. Namun sekretaris fatwa Nuri Afandi yang hadir dalam pertemuan itu menolak draft tersebut dan mengancam akan mengundurkan diri dari posisinya jika tidak diadakan perubahan.

Sejumlah loyalisnya mendukung adanya perubahan draft tersebut. Hingga akhirnya, diadakanlah perubahan pada bagian akhir agar Majelis Mab’utsun (anggota utusan berbagai negeri) menetapkan tawaran mengundurkan diri atau menurunkan Sultan dari singgasananya. (Baca juga: Sultan Abdul Hamid II Tolak Rayuan Zionis Kuasai Bumi Palestina)

Inilah teks fatwa tersebut:



“Yang bertanda tangan di bawah ini Syaikhul Islam Muhammad Dhiyauddin Afandi yang disetujui oleh Majelis Mab'utsin menyepakati; ‘Jika pemimpin kaum Muslimin bernama Zaid menjadikan agamanya sebagai lipatan dan mengeluarkan masalah-masalah syariah yang penting dari kitab-kitab, dia melakukan pemborosan dari Baitul Mal dan sepakat dengan hal-hal yang melanggar syariah.”

“Dia membunuh; memenjara dan mengasingkan rakyat tanpa sebab yang legal dan kezaliman. Kemudian setelah itu dia bersumpah untuk kembali pada jalan yang benar, lalu dia kembali melakukan hal yang sama dan sengaja melakukan sesuatu yang menimbulkan fitnah dengan tujuan untuk menimbulkan kericuhan pada seluruh kaum muslimin.”



“Setelah itu muncul dari kaum muslimin dari seluruh wilayah yang mengabarkan secara terus menerus tentang perasaan mereka, bahwa seharusnya Zaid ini diturunkan. Kemudian setelah dipertimbangkan bahwa jika dia tetap duduk dalam posisinya niscaya akan mendatangkan kemudharatan; dan jika dia dilengserkan dari posisinya maka akan muncul kebaikan.”

“Apakah wajib bagi Ahlul Hill wa Al-'Aqd (semacam anggota DPR) dan para petinggi untuk meminta pada Zaid agar dia mengundurkan diri dari kepemimpinannya sebagai Sultan atau khalifah, atau mereka harus menurunkannya. Maka jawaban untuk pertanyaan ini adalah: Ya!"

Fatwa ini dibacakan di depan sebuah pertemuan bersama Majelis Millat (Agama). Saat itulah utusan dari kalangan Persatuan dan Pembangunan berteriak: “Kami menginginkan agar dia dicopot."
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
رَبِّ اجۡعَلۡنِىۡ مُقِيۡمَ الصَّلٰوةِ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ‌‌ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ‏
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

(QS. Ibrahim:40)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak