Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri
Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Pemintal
Seperti halnya para sufi klasik, al-Ghazali menulis dan menggunakan lambang dan simbol puisi. Nama julukan yang dipilihnya sendiri yang umum ia gunakan adalah "al-Ghazali". Terutama alat ini, "Pemintal".
Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali
Julukan ini menunjuk pada "seorang pemintal", yang mengerjakan bahan-bahan seperti wool -- kata kode untuk sufi -- dan mengandung arti "kebutuhan pemintalan" atau "kerja pemintal bahan-bahan" dan "memintal dirinya sendiri".
Juga untuk mengasosiasikan profesi yang berhubungan dengan Fathimah (yang maksudnya "Pencelup"), putri Nabi Muhammad SAW . Darinya seluruh keturunan Nabi Muhammad SAW menggambarkan silsilah mereka. Mereka dipercayai mewarisi pengajaran batin Islam, untuk menunjuk ke mana pengajaran batin Islam itu berhubungan dengan semua tradisi metafisik yang asli.
Perhatian penuh terhadap nama-nama puitik yang dipilih itu telah ditunjukkan oleh banyak asosiasi lain tentang kerja.
Baca juga: Kenapa Imam Al-Ghazali Digelari Hujjatul Islam?
Al-Ghazali juga melambangkan gazelle (istilah genetik untuk jenis-jenis antelope, tipe rusa bertanduk yang larinya cepat, seperti kijang, yang merupakan kata homonim dari "pecinta"). Tiga akar huruf GH-Z-L, dari mana kata GHaZaL diturunkan, yang itu juga berasal dari istilah teknis bahasa Arab standar dan Persia untuk menyatakan sebuah puisi cinta, sebuah tanda cinta kasih.
Asal kata lain yang berakar dari kata itu juga meliputi pengertian sebuah jaring laba-laba (sesuatu yang teranyam) yang merupakan suatu keadaan yang direncanakan menjadi penghubung aksi menuju iman.
Aksinya adalah penganyaman sebuah jaringan yang meliputi mulut gua, tempat Nabi Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar bersembunyi dari musuh-musuh mereka dalam suatu kesempatan (sebelum hijrah ke Madinah).
Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali bagian 1 , bagian 2 , dan bagian 3
Seorang Sufi tahu tradisi-tradisi itu. Karenanya menafsir nama al-Ghazali sesuai dengan prinsip yang telah menjadi pilihannya. Lalu, baginya, itu berarti bahwa al-Ghazali mengikuti jalan Cinta, jalan Kesufian ("benang wool"), yang artinya pekerjaan "memintal kesufian".
Al-Ghazali telah meninggalkan catatan-catatan kunci untuk diambil oleh para penggantinya, meliputi isyarat tentang keterjagaan sebuah doktrin batin (Fathimah, Pencelup) dalam konteks keagamaan yang ia alami.
Seperti halnya para sufi klasik, al-Ghazali menulis dan menggunakan lambang dan simbol puisi. Nama julukan yang dipilihnya sendiri yang umum ia gunakan adalah "al-Ghazali". Terutama alat ini, "Pemintal".
Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali
Julukan ini menunjuk pada "seorang pemintal", yang mengerjakan bahan-bahan seperti wool -- kata kode untuk sufi -- dan mengandung arti "kebutuhan pemintalan" atau "kerja pemintal bahan-bahan" dan "memintal dirinya sendiri".
Juga untuk mengasosiasikan profesi yang berhubungan dengan Fathimah (yang maksudnya "Pencelup"), putri Nabi Muhammad SAW . Darinya seluruh keturunan Nabi Muhammad SAW menggambarkan silsilah mereka. Mereka dipercayai mewarisi pengajaran batin Islam, untuk menunjuk ke mana pengajaran batin Islam itu berhubungan dengan semua tradisi metafisik yang asli.
Perhatian penuh terhadap nama-nama puitik yang dipilih itu telah ditunjukkan oleh banyak asosiasi lain tentang kerja.
Baca juga: Kenapa Imam Al-Ghazali Digelari Hujjatul Islam?
Al-Ghazali juga melambangkan gazelle (istilah genetik untuk jenis-jenis antelope, tipe rusa bertanduk yang larinya cepat, seperti kijang, yang merupakan kata homonim dari "pecinta"). Tiga akar huruf GH-Z-L, dari mana kata GHaZaL diturunkan, yang itu juga berasal dari istilah teknis bahasa Arab standar dan Persia untuk menyatakan sebuah puisi cinta, sebuah tanda cinta kasih.
Asal kata lain yang berakar dari kata itu juga meliputi pengertian sebuah jaring laba-laba (sesuatu yang teranyam) yang merupakan suatu keadaan yang direncanakan menjadi penghubung aksi menuju iman.
Aksinya adalah penganyaman sebuah jaringan yang meliputi mulut gua, tempat Nabi Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar bersembunyi dari musuh-musuh mereka dalam suatu kesempatan (sebelum hijrah ke Madinah).
Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali bagian 1 , bagian 2 , dan bagian 3
Seorang Sufi tahu tradisi-tradisi itu. Karenanya menafsir nama al-Ghazali sesuai dengan prinsip yang telah menjadi pilihannya. Lalu, baginya, itu berarti bahwa al-Ghazali mengikuti jalan Cinta, jalan Kesufian ("benang wool"), yang artinya pekerjaan "memintal kesufian".
Al-Ghazali telah meninggalkan catatan-catatan kunci untuk diambil oleh para penggantinya, meliputi isyarat tentang keterjagaan sebuah doktrin batin (Fathimah, Pencelup) dalam konteks keagamaan yang ia alami.
(mhy)
Lihat Juga :