Dianggap Timbulkan Perpecahan, Musthafa Kemal Tolak Ajaran Salat

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Media Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam memasarkan pemurtadan ini, sebagaimana mereka juga memiliki peran besar dalam mendorong Kemal Ataturk untuk melakukan tindakan yang kejam terhadap perlawanan yang dilakukan kalangan Islam. Bahkan di depan matanya digambarkan, bahwa pembantaian yang demikian ganas ini dalam melawan kaum muslimin adalah bentuk perang kepahlawanan sebagaimana dia selalu berkoar di mimbar-mimbar agar rakyat Turki meniru apa yang ada di Barat-Salibis dan mengajak pada kebebasan yang berbau kekufuran bagi kalangan wanita Turki.

Dia mengajak pada degradasi akhlak dengan anggapan bahwa minum minuman keras, judi, perzinaan tak lain sebagai gambaran dari tingginya peradaban dan kemajuan.

Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani

Satu kenyataan pahit adalah bahwa Mushtafa Kemal Ataturk telah menjadi percontohan besar bagi para penguasa di dunia Islam, sedangkan tindakannya yang diktator telah menimbulkan dampak yang begitu jauh terhadap kebijakan-kebijakan para penguasa yang datang setelahnya.

Ia telah membuka pintu yang demikian luas bagi penjajah Barat untuk meruntuhkan Islam. Prancis misalnya, seakan mendapat pembenaran untuk mewujudkan keinginannya mengkristenkan kawasan Afrika Utara dan mengeluarkan mereka dari agama, akidah Islamnya, sebagaimana dihembuskan, bahwa tidaklah wajib bagi mereka untuk memegang keislamannya lebih daripada apa yang dilakukan oleh orang-orang Islam di Turki sendiri.

Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita

Mushtafa Kemal menjadi pemimpin "spiritual" bagi banyak penguasa yang menjual akhiratnya untuk kepentingan dunia mereka yang akan segera sirna.

Enam Anak Panah
Kebijakan politis-sekuler Ataturk tampak dalam program partainya-- Republikan People Party-- yang tampak tahun 1349 dan tahun 1355 H dalam undang-undang Turki yang memuat tujuh hal pokok yang kemudian digambarkan dengan menggunakan enam anak panah di bendera Partai yakni; Nasionalisme, republik, kebangsaan, sekularisme, revolusi dan kekuasaan pemerintah.

Ataturk meninggal pada tahun 1356 H setelah berhasil menancapkan kuku sekularisme di Turki walaupun tidak disukai oleh kaum muslimin. Kemal Attaturk ditimpa satu penyakit menjelang kematiannya dalam jangka waktu beberapa tahun.

Baca juga: Bumi Utsmani Dikapling-kapling, Yahudi Dirikan Negara di Palestina

Penyakitnya berupa penyakit otot di buah pinggangnya yang tidak diketahui apa sebenarnya penyakit itu. Dia menderita sakit yang sangat perih dan kronis yang tidak sanggup dia tanggung.

Penyebabnya adalah karena kecanduannya dalam minum minuman keras, sehingga mengakibatkan kerusakan pada hati dan mengakibatkan panas pada ujung-ujung ototnya.

Hal ini menimbulkan kesedihan dan rasa lapar yang sangat. Dia mengalami kerusakan otak bagian atas. Diktator ini menjadi contoh utama dalam kebengisan dan egoisme yang menghancurkan. (Baca juga: Selain Hagia Sophia, Ini yang Jadi Korban Setelah Kesultanan Utsmani Runtuh)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Hukum Salat Memakai...
Hukum Salat Memakai Cadar, Begini Penjelasan Ulama dan 4 Mazhab
Kemenag Siap Kirimkan...
Kemenag Siap Kirimkan Imam dan Santri Berprestasi Program Beasiswa ke Turki
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Kapan Batas Waktu Salat...
Kapan Batas Waktu Salat Isya? Cek Penjelasannya di Sini!
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Rekomendasi
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
5 Fakta Keberadaan Pulau...
5 Fakta Keberadaan Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya yang Misterius
7 Pedang Tertajam di...
7 Pedang Tertajam di Dunia yang Dimiliki Tokoh Penting Dunia
Artikel Terkini
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved