Apa Jawaban Jika Ada yang Bertanya, Apakah Engkau Mencintai Tuhan?

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 08:24 WIB
loading...
A A A
Dalam Riyadh al-Asrar (Kebun Rahasia), sufi termasyhur Mahmud Syabistari mengulas, "Apabila engkau tidak mengetahui ungkapan-ungkapan ini, biarkanlah, jangan pula bergabung dengan orang kafir dalam ketidaktahuan yang semu ... Namun mereka semua tidak mempelajari rahasia-rahasia jalan itu."

Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi

Pembuktian-pembuktian tersebut sedikit banyak berkaitan dengan emosi penggunaan kata-kata yang melemahkan dan akhirnya meruntuhkan agama formal. Membuat ungkapan-ungkapan yang berkait dengan Tuhan, keimanan, atau setiap agama, merupakan persoalan eksternal, paling banter sesuatu yang emosional. Karena itu, kalangan Sufi tidak akan membahas sufisme dalam konteks yang sama dengan agama. Sementara berbagai taraf itu termasuk dalam sufisme.

Konon, ada pengalaman batin yang dapat dilihat sebagai fraseologi agama yang lazim, yaitu ungkapan-ungkapan tertentu yang sepenuhnya mengandung makna, karena terjadi peralihan dari yang kasar ke yang lebih halus.

Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri

Al-Ghazali menggambarkan fakta ini melalui sebuah kisah. Mahaguru Sufi Fudhail bin Iyadh (w. 801) berkata, "Apabila ada yang bertanya, 'Apakah engkau mencintai Tuhan?' Jangan engkau jawab! Karena jika engkau jawab, 'Aku tidak mencintai Tuhan,' berarti engkau seorang yang tidak percaya (kafir). Namun, jika engkau menjawab, 'Aku benar-benar mencintai Tuhan,' maka perbuatan-perbuatanmu akan bertentangan dengan ucapanmu itu'."

Apabila seseorang memahami tentang cinta religius, ia tentu akan mengungkapkannya dengan cara sendiri, bukan menurut cara yang lazim bagi orang-orang yang tidak mengetahuinya.

Setiap orang akan terangkat (kedudukannya) atau sebaliknya sesuai dengan kemampuan dirinya dan apa yang diakrabinya.

Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui

Al-Ghazali berkisah: "Seseorang pingsan karena menghirup parfum bazar, kemudian orang-orang mencoba menyadarkannya dengan aroma yang manis. Datanglah orang yang mengenalnya, lalu berkata, 'Aku dulu tukang sapu, orang itu juga. Ia akan sadar apabila mencium (aroma) yang terbiasa baginya.' Maka dzat yang aromanya memuakkan dioleskan di hidungnya, seketika ia sadar kembali."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kumpulan Doa ketika...
Kumpulan Doa ketika Sedang Jatuh Cinta, Cek di Sini Saja!
Mabuk Cinta dan Bahayanya...
Mabuk Cinta dan Bahayanya Menurut Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Perihal Cinta, Dalil...
Perihal Cinta, Dalil dan Bentuknya Menurut Islam, Simak di Sini!
Kisah Salman Al Farisi...
Kisah Salman Al Farisi : Antara Cinta dan Pertemanan Sejati
Bahasa Cinta dalam Keharmonisan...
Bahasa Cinta dalam Keharmonisan Rumah Tangga, Begini Penjelasannya!
Awas, 3 Jenis Cinta...
Awas, 3 Jenis Cinta Ini Bisa Menyeret ke Neraka!
Rekomendasi
UNESCO Sebut 3 Kota...
UNESCO Sebut 3 Kota Besar Ini Terancam Digulung Tsunami dalam Waktu Dekat
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Mencairnya Es Ungkap...
Mencairnya Es Ungkap Rahasia Ribuan Tahun di Pegunungan Rocky
Artikel Terkini
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Apa itu Waithood? Fenomena...
Apa itu Waithood? Fenomena Mengerikan bagi Generasi Muda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved