Berikut Ini 9 Perempuan yang Dinikahi Umar bin Khattab, Sempat Melamar 2 Lagi tapi Ditolak
Rabu, 06 Desember 2023 - 06:20 WIB
loading...
Selama hidunya, Umar bin Khattab mengawini 9 perempuan yang kemudian memberikan keturunan 12 orang anak. Ilustrasi: art station
A
A
A
Selama hidupnya, Umar bin Khattab mengawini 9 perempuan yang kemudian memberikan keturunan 12 orang anak, terdiri 8 laki-laki dan 4 orang anak perempuan.
"Kecenderungan banyak kawin ini sudah diwarisi dari masyarakatnya dengan harapan mendapat banyak anak," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Menurut Haekal, dari perkawinannya dengan Zainab putri Maz'un lahir Abdur-Rahman dan Hafsah ; dengan Umm Kulsum putri Ali bin Abi Talib lahir Zaid yang lebih tua (senior) dan Ruqayyah; dengan Umm Kulsum binti Jarul bin Malik lahir Zaid yang lebih muda (junior) dan Ubaidillah.
Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab
Islam telah memisahkan Umar dengan Umm Kulsum putri Jarul. Ia kawin dengan Jamilah binti Sabit bin Abi al-Aflah maka lahir Asim. Nama Jamilah yang tadinya Asiyah, oleh Nabi diganti: "Sebenarnya engkau Jamilah," kata Nabi.
Perkawinannya dengan Umm Hakam putri al-Haris bin Hisyam bin al-Mugirah melahirkan Fatimah. Dari perkawinannya dengan Atikah binti Zaid bin Amr lahir Iyad. Luhayyah, hamba sahaya ibu Abdur-Rahman anaknya yang menengah.
Selanjutnya dari Fukaihah yang juga hamba sahaya yang telah melahirkan Zaid, anaknya yang bungsu.
Menurut Haekal, kalangan sejarawan masih berbeda pendapat mengenai nama ibu Abdur-Rahman junior, ibunya juga seorang hamba sahaya. Kalangan sejarawan masih berbeda pendapat mengenai nama ibunya itu.
Umar kawin dengan empat perempuan di Makkah, dan perkawinan kelima setelah hijrah ke Madinah. "Tetapi ia tidak sampai mengumpulkan mereka di rumahnya," tutur Haekal.
Haekal mengatakan, kita sudah melihat Islam yang telah memisahkannya dari Umm Kulsum binti Jarul, dan perempuan-perempuan yang lain diceraikannya.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
Mereka yang diceraikan itu Umm Hakam binti al-Haris bin Hisyam dan Jamilah yang telah melahirkan Asim. "Kalau ia masih akan berumur panjang niscaya ia masih akan kawin lagi selain kesembilan perempuan itu," tutur Haekal.
Ia melamar Umm Kulsum putri Abu Bakr sewaktu masih gadis kecil, sementara ia sudah memegang pimpinan umat. Ia memintanya kepada Aisyah saudaranya, Aisyah Ummulmukminin menanyakan adiknya itu tetapi ia menolak dengan mengatakan bahwa Umar hidupnya kasar dan sangat keras terhadap perempuan.
"Kecenderungan banyak kawin ini sudah diwarisi dari masyarakatnya dengan harapan mendapat banyak anak," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Menurut Haekal, dari perkawinannya dengan Zainab putri Maz'un lahir Abdur-Rahman dan Hafsah ; dengan Umm Kulsum putri Ali bin Abi Talib lahir Zaid yang lebih tua (senior) dan Ruqayyah; dengan Umm Kulsum binti Jarul bin Malik lahir Zaid yang lebih muda (junior) dan Ubaidillah.
Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab
Islam telah memisahkan Umar dengan Umm Kulsum putri Jarul. Ia kawin dengan Jamilah binti Sabit bin Abi al-Aflah maka lahir Asim. Nama Jamilah yang tadinya Asiyah, oleh Nabi diganti: "Sebenarnya engkau Jamilah," kata Nabi.
Perkawinannya dengan Umm Hakam putri al-Haris bin Hisyam bin al-Mugirah melahirkan Fatimah. Dari perkawinannya dengan Atikah binti Zaid bin Amr lahir Iyad. Luhayyah, hamba sahaya ibu Abdur-Rahman anaknya yang menengah.
Selanjutnya dari Fukaihah yang juga hamba sahaya yang telah melahirkan Zaid, anaknya yang bungsu.
Menurut Haekal, kalangan sejarawan masih berbeda pendapat mengenai nama ibu Abdur-Rahman junior, ibunya juga seorang hamba sahaya. Kalangan sejarawan masih berbeda pendapat mengenai nama ibunya itu.
Umar kawin dengan empat perempuan di Makkah, dan perkawinan kelima setelah hijrah ke Madinah. "Tetapi ia tidak sampai mengumpulkan mereka di rumahnya," tutur Haekal.
Haekal mengatakan, kita sudah melihat Islam yang telah memisahkannya dari Umm Kulsum binti Jarul, dan perempuan-perempuan yang lain diceraikannya.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
Mereka yang diceraikan itu Umm Hakam binti al-Haris bin Hisyam dan Jamilah yang telah melahirkan Asim. "Kalau ia masih akan berumur panjang niscaya ia masih akan kawin lagi selain kesembilan perempuan itu," tutur Haekal.
Ia melamar Umm Kulsum putri Abu Bakr sewaktu masih gadis kecil, sementara ia sudah memegang pimpinan umat. Ia memintanya kepada Aisyah saudaranya, Aisyah Ummulmukminin menanyakan adiknya itu tetapi ia menolak dengan mengatakan bahwa Umar hidupnya kasar dan sangat keras terhadap perempuan.
Lihat Juga :