Jangan Meremehkan Amalan-amalan Kecil, Begini Pahalanya!
Selasa, 09 Januari 2024 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.”
Kisah Abu Mansur al-Khayyath
Ustaz Amir juga menceritakan kisah Abu Mansur al-Khayyath. Abu Mansur al-Khayyath adalah seorang ulama yang menghabiskan hidupnya untuk ta’limul qur’an (mengajarkan al-Quran).Allah mengaruniainya umur yang panjang, yaitu 98 tahun, dari kelahirannya tahun 401 H hingga tahun 499 H beliau wafat.
Karena keistimewaan Abu Mansur al-Khayyath ini, Imam adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala`, vol. 14, halaman 212, menggelarinya dengan sebutan al-Imam al-Qudwah ‘imam teladan’, al-Muqri` ‘pengajar al-Quran’, Syaikhul Islam ‘ulama besar’, dan az-Zahid ‘ahli zuhud’. Hal ini menunjukkan akan keluasan ilmu dan kesungguhan beliau dalam mengajarkan al-Quran.
Untuk itulah, Abu Mansur al-Khayyath memiliki murid yang sangat banyak hingga mencapai 70 ribu murid yang telah belajar al-Quran bersamanya.
Sehingga tatkala beliau wafat, lautan manusia mengiringi jenazahnya hingga ke liang lahad. Sampai-sampai ada seorang Yahudi yang masuk Islam karena takjub dengan banyaknya orang yang mengiringi jenazah beliau. La haula wala quwata illa billah.
Lebih menariknya lagi, Imam adz-Dzahabi menyebutkan bahwa as-Sam’ani, sabahat Abu Mansur al-Khayyath, mengatakan bahwa ia bermimpi melihat Abu Mansur al-Khayyath berkata, “Sungguh Allah telah mengampuniku karena aku mengajarkan al-Fatihah kepada seorang anak kecil.”
"Masyaallah. Amalan yang seakan remeh, hanya mengajarkan al-Fatihah kepada seorang anak kecil, namun dapat mendatangkan ampunan Allah,"pungkasnya.
Baca juga: 40 Amalan Kecil Berpahala Besar (1)
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :