Rasulullah SAW Salat Sampai Kedua Kakinya Bengkak

loading...
Rasulullah SAW Salat Sampai Kedua Kakinya Bengkak
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW) adalah teladan terbaik dalam hal ibadah. Foto/Ist
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) adalah teladan terbaik dalam segala hal. Terkait ibadah, Rasulullah SAW sangat perhatian dengan salat. Salat menjadi amalan yang disenangi beliau, bahkan Rasulullah berdiri (salat) sampai bengkak kedua kakinya. Ketika ditanyakan: "Mengapa Anda membebani diri dengan hal yang demikian? Bukankah Allah Ta'ala telah mengampuni segala dosa Anda, baik yang terdahulu maupun yang akan datang?"

Rasulullah SAW Bersabda: "Tidak patutkah saya menjadi hamba Allah yang bersyukur?" (Dari Al-Mughirah bin Syu'bah RA). (Baca Juga: Kenapa Nabi Muhammad Jadi Contoh? Ternyata Ini Alasannya)

Nabi SAW salat malam tiga belas rakaat. Apabila beliau SAW tidak sempat salat malam karena tertidur atau berat rasa kantuknya, maka beliau melakukan salat 12 rakaat di siang harinya. Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah SAW melaksanakan salat di malam hari sebelas raka'at. Beliau lakukan salat witir (ganjil) satu raka'at. Apabila beliau selesai salat itu, beliau berbaring dengan lambung kanannya di sebelah bawah." (dari Sayyidah 'Aisyah RA)

Sayyidah 'Aisyah RA juga berkata: "Sesungguhnya Nabi SAW tidak wafat, sampai kebanyakan salatnya (salat sunnah) dilaksanakan dalam keadaan duduk".



Dari Ibnu Umar RA, "Aku pelihara amalan-amalan Rasulullah SAW berupa salat delapan rakaat, dua rakaat sebelum salat Zhuhur, dua raka'at sesudahnya, dua rakaat sesudah salat Maghrib dan dua rakaat sesudah salat Isya". Selanjutnya Ibnu Umar berkata: "Hafshah menceritakan kepadaku perihal dua rakaat shalat fajar. Tapi aku tak pernah melihatnya dilakukan Rasulullah SAW".

Hafshah (istri Rasulullah SAW) dan Ibnu Umar adalah kakak beradik, keduanya adalah putra dan putri Umar bin Khathab RA. Rasulullah SAW melakukan salat fajar di rumahnya, maka Ibnu Umar tidak pernah melihatnya.

Wudhu Rasulullah SAW
Rasulullah SAW keluar dari jamban, maka dihidangkan kepadanya makanan. Kemudian para sahabat berkata: "Apakah kami perlu menyediakan bagi Anda air wudlu?" Beliau SAW menjawab: "Sesungguhnya aku disuruh berwudhu apabila aku akan melakukan salat". (dari Ibnu 'Abbas RA). (Baca Juga: 8 Sunnah Nabi yang Bermanfaat Bagi Kesehatan)



Dari Salman Al-Farisi RA, "Kubaca dalam Taurat bahwa berkah makanan itu karena berwudhu sebelum makan dan berwudhu sesudahnya". Hal tersebut kukatakan kepada Nabi SAW dan kukabarkan apa yang pernah kubaca dalam Taurat itu, maka Rasulullah SAW bersabda: "Berkah makanan itu disebabkan berwudhu sebelum makan serta sesudahnya".
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. Az-Zumar:53)
cover bottom ayah
preload video