Model Cadar Trendi dan Peringatan Rasulullah
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Lafaz tsiyaab yang boleh ditanggalkan oleh muslimah yang tua dalam ayat tersebut adalah pakaian luar (Tafsir Al-Azhar). Hal senada juga dikemukakan di dalam tafsir Jalalain, bahwa tsiyaab maknanya adalah pakaian luar (Tafsir Jalalain). Dari ayat tersebut jelaslah bahwa jilbab adalah pakaian luar yang dikenakan di atas pakaian sehari-hari.Perempuan muslimah yang sudah tua, menurut syara, boleh meninggalkan pakaian luarnya (tsiyab/jilbabnya) dengan tetap menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangannya.
Hanya saja, yang jadi persoalan , saat ini banyak dari perempuan yang mulai mengenakan jilbab yang penuh dengan pernak pernik, bunga-bunga, dan rumbai-rumbai yang terus melambai-lambai seakan memanggil lawan jenis agar memandanginya. Bahkan ada juga cadar modern. Ada cadar butterfly yang melambai lambai, ada pula cadar yang penuh dengan bordir dengan berbagai motif dan warnanya, dan ada pula cadar dengan berbagai manik-manik yang berkilau-kilau.
Seringkali juga bercadar dilakukan tanpa pemahaman atau hanya karena mengikuti tren semata seperti hukum menjadi model hijab dalam Islam. Mereka bercadar hanya karena ingin terlihat lebih trendi dan anggun. Atau bagi yang baru belajar bercadar, karena malu akan penampilan bercadarnya, maka meskipun rambutnya tetap tertutup dengan bercadar, namun bagian ujung ujung depan rambutnya masih terlihat.
Sejatinya, bercadar yang digunakan jangan sampai membentuk rambut layaknya punuk unta yang tidak sesuai dengan hukum memakai jilbab dalam islam, karena meskipun rambutnya tertutup tetap saja bentuk rambutnya terlihat dan Hadis Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan perempuan perempuan yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Dari hadis ini jelas ancaman dari Allah bagi orang yang seolah menutupkan auratnya namun bentuk tubuhnya terlihat adalah tidak bisa mencium wanginya surga meskipun surga itu ada di depan matanya. (Baca juga : Pengumbar Aurat, Sangat Disukai Makhluk Gaib )
Lebih parahnya lagi bagi perempuan muslimah yang sudah bercadar, namun model rambut yang ditutup bercadarnya terbentuk layaknya punuk unta, itu juga termasuk dalam kategori yang diancam oleh Allah SWT dengan tidak mencium wanginya surga .
Wallahu A'lam
Hanya saja, yang jadi persoalan , saat ini banyak dari perempuan yang mulai mengenakan jilbab yang penuh dengan pernak pernik, bunga-bunga, dan rumbai-rumbai yang terus melambai-lambai seakan memanggil lawan jenis agar memandanginya. Bahkan ada juga cadar modern. Ada cadar butterfly yang melambai lambai, ada pula cadar yang penuh dengan bordir dengan berbagai motif dan warnanya, dan ada pula cadar dengan berbagai manik-manik yang berkilau-kilau.
Seringkali juga bercadar dilakukan tanpa pemahaman atau hanya karena mengikuti tren semata seperti hukum menjadi model hijab dalam Islam. Mereka bercadar hanya karena ingin terlihat lebih trendi dan anggun. Atau bagi yang baru belajar bercadar, karena malu akan penampilan bercadarnya, maka meskipun rambutnya tetap tertutup dengan bercadar, namun bagian ujung ujung depan rambutnya masih terlihat.
Sejatinya, bercadar yang digunakan jangan sampai membentuk rambut layaknya punuk unta yang tidak sesuai dengan hukum memakai jilbab dalam islam, karena meskipun rambutnya tertutup tetap saja bentuk rambutnya terlihat dan Hadis Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan perempuan perempuan yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Dari hadis ini jelas ancaman dari Allah bagi orang yang seolah menutupkan auratnya namun bentuk tubuhnya terlihat adalah tidak bisa mencium wanginya surga meskipun surga itu ada di depan matanya. (Baca juga : Pengumbar Aurat, Sangat Disukai Makhluk Gaib )
Lebih parahnya lagi bagi perempuan muslimah yang sudah bercadar, namun model rambut yang ditutup bercadarnya terbentuk layaknya punuk unta, itu juga termasuk dalam kategori yang diancam oleh Allah SWT dengan tidak mencium wanginya surga .
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :