Prof Takahashi: Keadilan Internasional Menjadi Lelucon yang Memuakkan

Jum'at, 19 Januari 2024 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Penegakan hukum internasional berada di tangan Dewan Keamanan PBB, namun dengan hak veto yang dimiliki oleh lima negara yang kebetulan berada di pihak pemenang pada tahun 1945, badan tersebut berkali-kali terbukti tidak mampu memenuhi mandatnya. Majelis Umum tidak memiliki kekuatan penegakan hukum.

Baca juga: Hamas: AS Mensponsori Perang Genosida Israel di Gaza

PBB, ICC, dan sebagian besar organisasi internasional lainnya selalu kekurangan dana, yang berarti mereka sangat bergantung pada kontribusi sukarela dari negara.

Hal ini membuat mereka rentan terhadap pengaruh yang tidak semestinya dari negara-negara kaya dan berkuasa: dengan kata lain, negara-negara Barat yang kaya.

Pada tingkat yang lebih mendasar, lembaga-lembaga internasional ini tidak mewakili. Meskipun organisasi masyarakat sipil dapat berkontribusi dalam sebagian besar perdebatan, hanya pemerintah yang mempunyai suara dalam proses pengambilan keputusan – meskipun faktanya, seperti yang kita lihat dalam kasus Gaza, bahkan pemerintah negara demokrasi pun tidak mewakili keinginan tersebut.

Agresi dan penjajahan Israel harus dihentikan, dan para pelaku pelanggaran hak asasi manusia di Palestina harus dimintai pertanggungjawaban – termasuk para pemimpin Barat yang terlibat dalam genosida.

"Namun, kita tidak boleh berhenti di situ," ujar Takahashi. "Kita harus menuntut reformasi revolusioner terhadap lembaga-lembaga internasional. Mereka harus dibuat benar-benar demokratis dan egaliter," tambahnya.

Pemerintah harus mencerminkan suara rakyat, melalui organisasi masyarakat sipil dan cara perwakilan demokratis lainnya – bukan pemerintah yang sering kali dikuasai oleh kelompok kaya dan berkuasa.

Menciptakan tatanan dunia yang menjamin keadilan dan persamaan hak bagi semua orang tidaklah mudah. Hal ini memerlukan upaya berkelanjutan dari masyarakat global, dengan memberikan tekanan pada pemerintah dan organisasi internasional untuk melakukan perubahan. Namun, ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa “tidak akan pernah lagi” menjadi kenyataan.

Baca juga: Genosida Israel: Sinyal Runtuhnya Kekuasaan Presiden Mesir Al-Sisi
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
3 Janji Allah SWT dalam...
3 Janji Allah SWT dalam Al Quran untuk Bani Israel, 2 Sudah Terbukti
Selamat! Hafiz Indonesia...
Selamat! Hafiz Indonesia Sabet Runner-Up MHQ Internasional di Arab Saudi
Handala: Kisah Peretas...
Handala: Kisah Peretas Misterius yang Menyusup ke Jaringan Intelijen Militer Israel
Rekomendasi
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
Reservoir Air Kuno Misterius...
Reservoir Air Kuno Misterius Ditemukan di bawah Samudra Atlantik
Perhitungan Isaac Newton...
Perhitungan Isaac Newton Tentang Kiamat pada Tahun 2060
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved