Merak Kencana serta Kisah Guru dan Murid
Rabu, 12 Agustus 2020 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mantiqu't-Thair: Bulbul
“Akankah ia yang tahu akan rahasia surya iseng bermain dengan sejemput debu? Adakah ia yang mempunyai segalanya berurusan dengan apa yang hanya merupakan sebagian saja? Adakah jiwa berurusan dengan anggota-anggota badan? Bila kau ingin sempurna, carilah kesemestaan, pilihlah kesemestaan, jadilah kesemestaan."
Guru dan Murid
Seorang murid bertanya pada Gurunya, "Mengapa Adam harus meninggalkan surga?" Sang Guru menjawab, "Ketika Adam, yang termulia dari segala makhluk, masuk surga, didengarnya suara yang bergema dari dunia yang tak tampak, 'O kau yang terikat pada surga duniawi dengan seratus ikatan, ketahuilah bahwa siapa pun di kedua dunia itu dikenal karena apa yang terjadi antara dia dengan Aku, Kupisahkan dari segala yang ada, agar ia hanya terikat padaKu saja, kawannya sejati.'
Baca juga: Mantiqu't-Thair: Musyawarah Dibuka, Pengejawantahan Simurgh yang Pertama
Bagi seorang pencinta, seratus ribu kehidupan pun tiada artinya tanpa yang dikasihinya. Ia yang hidup untuk sesuatu yang lain dari Dia, biar Adam sendirilah itu, telah terusir. Para penghuni sorga tahu bahwa yang pertama mesti mereka serahkan ialah hati mereka." (Baca juga: Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul )
“Akankah ia yang tahu akan rahasia surya iseng bermain dengan sejemput debu? Adakah ia yang mempunyai segalanya berurusan dengan apa yang hanya merupakan sebagian saja? Adakah jiwa berurusan dengan anggota-anggota badan? Bila kau ingin sempurna, carilah kesemestaan, pilihlah kesemestaan, jadilah kesemestaan."
Guru dan Murid
Seorang murid bertanya pada Gurunya, "Mengapa Adam harus meninggalkan surga?" Sang Guru menjawab, "Ketika Adam, yang termulia dari segala makhluk, masuk surga, didengarnya suara yang bergema dari dunia yang tak tampak, 'O kau yang terikat pada surga duniawi dengan seratus ikatan, ketahuilah bahwa siapa pun di kedua dunia itu dikenal karena apa yang terjadi antara dia dengan Aku, Kupisahkan dari segala yang ada, agar ia hanya terikat padaKu saja, kawannya sejati.'
Baca juga: Mantiqu't-Thair: Musyawarah Dibuka, Pengejawantahan Simurgh yang Pertama
Bagi seorang pencinta, seratus ribu kehidupan pun tiada artinya tanpa yang dikasihinya. Ia yang hidup untuk sesuatu yang lain dari Dia, biar Adam sendirilah itu, telah terusir. Para penghuni sorga tahu bahwa yang pertama mesti mereka serahkan ialah hati mereka." (Baca juga: Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul )
(mhy)
Lihat Juga :