Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 08:18 WIB
loading...
A A A
Dalam Sufisme, kata Idries Shah, kesadaran utuh itulah yang pada akhirnya harus diubah, dimulai dari pengakuan bahwa orang yang 'belum tercerahkan' itu sedikit lebih dari sekadar bahan mentah.

Ia tidak memiliki sifat yang pasti, tidak memiliki kesadaran tunggal. Di dalam dirinya terkandung "esensi". Esensi ini belum menyatu dengan keseluruhan wujudnya atau bahkan belum menyatu dengan kepribadiannya.

Pada puncaknya, tidak seorang pun mengetahui secara otomatis "siapa" sejatinya dirinya, meskipun terdapat gambaran semua yang bertentangan dengan "kesejatian" tersebut. Hal ini ditekankan dalam cerita Nashruddin berikut:

Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali

Suatu hari Nashruddin memasuki sebuah toko.

Pemilik toko menuju untuk melayaninya.

"Pertama-tama," ucap Nashruddin, "apakah Anda melihatku memasuki toko Anda?"

"Tentu."

"Apakah Anda pernah melihatku sebelumnya?"

"Belum pernah sama sekali."

"Lantas bagaimana Anda tahu bahwa ini adalah 'aku'?"

Betapapun kisah ini bernilai semata-mata sebagai lelucon, ujar Idries Shah, tetapi bagi mereka yang memandangnya sebagai idea dari orang bodoh, dan tidak mengandung makna yang lebih dalam, maka mereka tidak akan bisa memanfaatkan kekuatan pencerahan yang terkandung dalam cerita tersebut.

Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan bagian ( 1 ) dan ( 2 )

Anda memeras dari sebuah cerita Nashruddin hanya sedikit lebih dari yang Anda curahkan. Jika cerita itu tampak tidak lebih dari sekadar sebuah lelucon, maka orang tersebut perlu melakukan "kerja-diri" (mujahadah) lebih jauh. Orang seperti ini digambarkan dalam percakapan Nashruddin tentang rembulan:

"Apa yang mereka lakukan terhadap bulan kala ia tua?" seorang yang pandir bertanya kepada Nashruddin.

Jawabannya disesuaikan dengan pertanyaannya, "Mereka memotong-motong setiap bulan tua menjadi empat puluh bintang." (Baca juga: Imam Al-Ghazali (1): Karya-Karyanya Tak Hanya Mendahului Zamannya)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Hikmah Beriman pada...
Hikmah Beriman pada Qadha dan Qadar, Umat Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Ilmuwan Ungkap Musuh...
Ilmuwan Ungkap Musuh Terkuat Raja Firaun Selain Nabi Musa
Petir dan Guntur, Bukti...
Petir dan Guntur, Bukti Keajaiban Ciptaan Allah Ta'ala
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved