Lelaki Zuhud Ini Tolak Pinangan Khalifah Abdul Malik bin Marwan

Senin, 17 Agustus 2020 - 13:45 WIB
loading...
Lelaki Zuhud Ini Tolak...
Ilustrasi/Ist
A A A
SUATU tahun, Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan berhasrat untuk menunaikan haji ke Baitullah al-Haram dan berziarah ke Haramain yang mulia dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam . (Baca juga: Ini Sosok di Balik Naiknya Umar Bin Abdul Aziz Menjadi Khalifah )

Sampailah bulan Dzulqadah, beliau berangkat menuju ke bumi Hijaz disertai tokoh-tokoh Bani Umayah, para gubernurnya, pejabat pemerintah, dan sebagian anaknya. Rombongan bertolak dari Damaskus ke Madinah al-Munawarah tanpa tergesa-gesa. Setiap kali singgah di suatu tempat atau wilayah, mereka beristirahat sambil mengadakan majelis ilmu dan saling memberikan peringatan agar bertambah pengetahuannya tentang agama dan mengisi jiwa dengan mutiara hikmah dan nasihat yang baik.

Baca juga: Sudah Dianggap Sahid, Sang Ayah Pulang Setelah 30 Tahun Hilang

Sampailah rombongan tersebut di Madinah al-Munawarah, Amirul Mukminin menuju tempat suci untuk memberi salam kepada penghuninya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau melakukan salat di Raadhah asy-Syarifah. Beliau merasakan kesejukan, ketenangan, dan ketentraman jiwa yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Ingin rasanya beliau memperpanjang waktu kunjungannya di kota Rasulullah itu seandainya ada waktu luang.

Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan

Pemandangan yang paling mengesankan dan menarik perhatiannya di Madinah al-Munawarah itu adalah banyaknya halaqah ilmu yang memakmurkan masjid Nabawi. Di sana berkumpul para ulama besar dan tokoh-tokoh tabiin bagaikan bintang-bintang bercahaya di ufuk langit. Ada halaqah Urwah bin Zubair, ada halaqah Said bin Musayyab, dan ada halaqah Abdullah bin Utbah.

Suatu hari Amirul Mukminin terbangun dari tidur siangnya dengan tiba-tiba, tidak seperti biasanya. Lalu dipanggilnya penjaga, "Wahai Maisarah!" Maisarah menjawab, "Saya wahai Amirul Mukminin." Beliau berkata, "Pergilah ke Masjid Nabawi dan undanglah salah satu ulama yang berada di sana untuk memberikan peringatan kepada kita." (Baca juga: Guru Yahudi Ini Anggap di Surga Itu Aneh, Makan Tapi Tidak Buang Air Besar )

Maisarah bersegera menuju Masjid. Dia melihat seluruh sudut-sudut masjid namun tidak melihat kecuali satu halaqah yang dipimpin oleh seorang syaikh yang telah tua. Usianya tampak sudah lebih dari 60 tahun, wajahnya kelihatan memancarkan kewibawaan seorang ulama. Orang-orang nampak menaruh hormat dan takjub kepadanya.

Maisarah menghampirinya hingga dekat dengan halaqah tersebut lalu menunjukkan jarinya kepada syaikh tersebut. Akan tetapi orang itu tak menghiraukannya, sehingga akhirnya Maisarah mendekat dan berkata, "Tidakkah Anda melihat bahwa saya menunjuk Anda?"

"Anda menunjuk saya?" ucap Said balik bertanya.

"Benar," ujar Maisarah menegaskan.

"Apa keperluan Anda?" Tanya Said kemudian. (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )

"Amirul Mukminin terbangun dari tidur lalu berkata kepadaku. Pergilah ke Masjid Nawabi dan lihatlah kalau-kalau ada seseorang yang bisa menyampaikan hadis untukku, bawalah kemari."

"Aku bukanlah orang yang beliau maksud," jawab Said.

"Tetapi beliau menginginkan seseorang untuk diajak bicara," desak Maisarah.

"Barangsiapa menghendaki sesuatu, seharusnya dialah yang datang. Di masjid ini ada ruangan yang luas jika dia menginginkan hal itu. Lagipula hadis lebih layak untuk didatangi, akan tetapi dia tidak mau mendatangi," jawab Said.

Utusan itu kembali dan melapor kepada amirul mukminin, "Saya tidak menemukan kecuali seorang syaikh tua. Saya menunjuk kepadanya, tapi dia tak mau berdiri. Saya mendekatinya dan berkata, "Amirul Mukminin terbangun dan lihatlah kalau-kalau ada seseorang yang bisa menyampaikan hadis untukku, bawalah kemari." Tetapi dia menjawab dengan tenang dan tegas, "Aku bukan yang dia maksud dan masjid ini cukup luas kalau dia menginginkan hadis."

Khalifah Abdul Malik menghela nafas panjang. Dia bangkit lalu masuk ke rumah sambil bergumam, "Pasti dia adalah Said bin Musayyab. Kalau saja engkau tadi tidak menghampiri dan mengajaknya bicara"

(Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni

Ketika Abdul Malik telah meninggalkan majlis dan masuk kamar, putranya yang bungsu bertanya kepada kakaknya, "Siapakah orang yang berani menentang Amirul Mukminin dan menolak untuk menghadap itu, sedangkan dunia tunduk kepadanya dan raja-raja Romawi gentar oleh wibawanya?"

Maka berkatalah saudaranya yang paling besar, "Dia adalah orang yang putrinya pernah dipinang oleh ayah untuk saudara kita, al-Walid, tetapi dia menolak menikahkannya."

Adiknya berkata heran, "Benarkah ia tidak mau menikahkan putrinya dengan al-Walid bin Abdul Malik? Apakah dia mendapatkan pasangan untuk putrinya yang lebih layak dari calon pengganti Amirul mukminin dan khalifah? Atau dia seperti orang-orang yang menghalangi putrinya untuk menikah dan tinggal menganggur di dalam rumah?"

Berkatalah sang kakak, "Sebenarnya aku tidak mengetahui berita tentang mereka."

Selanjutnya seorang dari pengasuh mereka, yang berasal dari Madinah akhirnya menceritakan seluruh kisah tersebut. Menurutnya, gadis itu menikah dengan seorang pemuda kampung bernama Abu Wadaah. (Baca juga: Dituduh Menyimpang karena Tidak Menikah dan Menolak Makan Daging )

“Kebetulan dia adalah tetangga dekat kami. Pernikahannya menjadi suatu kisah yang sangat romantis seperti yang diceritakan Abu Wadaah sendiri kepada saya,” ujar pengasuh itu. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Tabiin Ibnu Sirin:...
Kisah Tabiin Ibnu Sirin: Pelopor Ilmu Interpretasi Mimpi dalam Islam
Rekomendasi
Panglima Perang Legendaris...
Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Benarkah Makhluk Mitologi...
Benarkah Makhluk Mitologi di Piramida Terinspirasi Fosil Dinosaurus?
Artikel Terkini
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Infografis
Inilah Negara Non-Muslim...
Inilah Negara Non-Muslim Ini Paling Maju Perbankan Syariahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved