Nizhamul Mulk, Pemimpin Sekaligus Bapak

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 09:49 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional

Salah satu sikap kerendahan hatinya adalah dia pernah makan malam. Di sampingnya ada saudaranya, Abul Qasim; pada sisi lainnya ada seorang kepala pemerintahan Khurasan, di sampingnya lagi duduk seorang laki-laki fakir dengan tangan terputus. Nizhamul Mulk melihat laki-laki tadi dan melihat pemimpin Khurasan itu bergeser dan duduk bersama lelaki yang tangannya buntung tadi untuk makan bersamanya. Maka dia pun menyuruhnya pindah dan dia sendiri duduk bersama lelaki bertangan buntung tadi. Salah satu kebiasannya adalah selalu menghadirkan orang-orang miskin dan fakir untuk makan makanan yang dia sediakan. Dia berusaha agar mereka dekat dengannya.

Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan

Salah satu syair yang pernah ia ucapkan:

”Delapan puluh tahun tak ada lagi kekuatan
Tlah sirna keinginan-keinginan
Aku laksana tongkat di pundak Musa
namun tak ada pada diriku kenabian.”

”Punggungku melengkung setelah umur berlalu lama
dan malam telah menginjakkan kakinya di atas umurku
Aku berjalan dan tongkat berada di hadapanku
seakan tegaknya terkurangi oleh busur panah.”

Dia sering terharu saat mendengarkan syair. Maka tatkala Abu Ali Al Qaumasani masuk menemuinya saat dia sedang sakit dan menyenandungkan satu syair:

”Kala kita sakit, kita niatkan segala kesalehan
namun saat sembuh kita tertipu dan tergelincir
Kita berharap pada Tuhan saat dalam ketakutan
kita durhaka saat aman hingga tak lagi ada amal yang benar.”

Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II

Nizhamul Mulk menangis terisak sambil berkata, “Apa yang dia katakan betul adanya.”

lbnu Aqil berkata, “Perjalanan hidupnya dipenuhi dengan kemurahan kemuliaan dan keadilan, dia mampu membangkitkan rambu-rambu agama. Masa pemerintahannya melahirkan orang-orang yang berilmu. Namun kemudian dia dibunuh saat dia sedang berangkat untuk menunaikan ibadah haji pada bulan Ramadhan. Maka meninggalnya ia sebagai raja di dunia dan sebagai raja di akhirat.” (Baca juga: Selain Hagia Sophia, Ini yang Jadi Korban Setelah Kesultanan Utsmani Runtuh)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kemenag Siap Kirimkan...
Kemenag Siap Kirimkan Imam dan Santri Berprestasi Program Beasiswa ke Turki
Pengelolaan Wakaf, Menag...
Pengelolaan Wakaf, Menag Lirik Keberhasilan Turki dan Yordania
Lembaga Kemanusiaan...
Lembaga Kemanusiaan Turkiye Hayrat Yardim Salurkan Ratusan Sapi Kurban di Indonesia
Jelang Runtuhnya Turki...
Jelang Runtuhnya Turki Utsmani: 27 Sultan Tidak Dapat Diandalkan
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Rekomendasi
Setelah Rusia, Riset:...
Setelah Rusia, Riset: Gempa Bumi Besar Berikutnya di Kanada
Ilmuwan Temukan Fenomena...
Ilmuwan Temukan Fenomena Misterius yang Ubah Inti Bumi
Jantung Mumi Berusia...
Jantung Mumi Berusia 2.500 Tahun Ini Masih Berdenyut, Ilmuwan Ungkap Keganjilan Ini
Artikel Terkini
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved