Lebih Percaya Mana? Mullah Nashruddin, Apa Keledai?

Kamis, 20 Agustus 2020 - 06:24 WIB
loading...
Lebih Percaya Mana?...
Ilustrasi/Ist
A A A
SUATU hari Nashruddin memasuki sebuah warung teh dan berseru, "Bulan lebih berguna dari matahari!"

Seseorang bertanya, "Mengapa bisa demikian?"

"Sebab di malam hari kita lebih membutuhkan cahaya."

Penaklukan cahaya nafsu amarah yang merupakan tujuan dari perjuangan sufi tidak dicapai semata-mata melalui pengendalian terhadap keinginan (syahwat) seseorang.

Idries Shah dalam The Sufi menjelaskan cara ini dipandang sebagai penjinakan terhadap kesadaran liar yang meyakini bahwa ia bisa mengambil apa yang ia butuhkan dari segala sesuatu (termasuk mistisisme) dan membelokkannya bagi penggunaannya sendiri.

Kecenderungan untuk memanfaatkan bahan-bahan dari sumber apa pun bagi keuntungan pribadi sangatlah bisa dipahami dalam dunia yang "utuh" secara parsial dari kehidupan biasa, tetapi tidak bisa dibawa ke dalam dunia yang lebih besar dari pemenuhan sejati.

Dalam cerita tentang burung yang mencuri, Nashruddin (dikisahkan) membawa sepotong hati dan resep untuk (kue) pie hati. Tiba-tiba seekor burung pemangsa meluncur turun dan mencomot (daging) hati tersebut dari tangannya. Ketika burung tersebut terbang menjauh, Nashruddin mengejarnya sambil berteriak, "Burung bodoh! Engkau mungkin mengambil hati tersebut, tetapi apa yang akan kau lakukan tanpa resepnya?"

Tentu saja dari sudut pandang burung itu, hati tersebut cukup memadai bagi keperluannya. Hasilnya mungkin seekor burung yang kenyang, tetapi ia hanya memperoleh apa yang ia pikirkan dan inginkan, bukan apa yang seharusnya bisa didapat.

Karena Sufi tidak selalu dipahami oleh orang lain, mereka akan berusaha membuatnya menyesuaikan diri dengan gagasan mereka tentang apa yang dipandang benar.

Dalam cerita Nashruddin tentang burung yang lain (yang juga muncul pada karya agung puitik Rumi, Matsnawi), Nashruddin menemukan seekor elang raja bertengger di jeruji jendela rumahnya. Ia tidak pernah melihat seekor "merpati" yang aneh seperti ini. Setelah memotong lurus paruhnya dan memangkas cakar-cakarnya, ia melepaskannya seraya berkata, "Sekarang kau lebih tampak seperti burung. Seseorang telah mengabaikan dirimu."

Pembagian kehidupan secara artifisial, pemikiran dan tindakan, tidak memiliki tempat dalam sufisme. Nashruddin menanamkan pandangan ini sebagai prasyarat untuk memahami kehidupan sebagai keseluruhan. "Gula yang larut dalam susu akan menyebar ke seluruh susu tersebut."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Salju Menyelimuti Pegunungan...
Salju Menyelimuti Pegunungan Al-Lawz di Arab Saudi
Artikel Terkini
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Bolehkah Pernikahan...
Bolehkah Pernikahan Siri Digugat Cerai? Ini Penjelasan Hukum Islam dan Aturan di Indonesia
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved