Burung-Burung Membicarakan Perjalanan Menuju Simurgh

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
Burung-Burung Membicarakan...
Burung hud hud. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

==

SETELAH mereka merenungkan kisah Syaikh San'an, burung-burung itu pun memutuskan untuk meninggalkan segala cara hidup mereka yang lama. Pikiran tentang Simurgh membangkitkan mereka dari kelesuan jiwa; hanya cinta terhadapnya semata yang memenuhi hati mereka, dan merekapun mulai mempertimbangkan bagaimana memulai perjalanan itu.(Baca juga: Burung Gereja, Kisah Nabi Ya'kub dan Nabi Yusuf )

Mereka berkata, "Lebih dulu kita harus mempunyai petunjuk jalan yang akan mengurai menyimpulkan persoalan. Kita membutuhkan pemimpin yang akan mengatakan pada kita apa yang harus diperbuat, pemimpin yang dapat menyelamatkan kita dari laut dalam ini.

Kita akan mematuhinya dengan setulus hati dan melakukan apa yang dikatakannya, baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan, agar bola kita akan jatuh di tongkat Pegunungan Kaukasus. (Baca Juga: Hudhud: Cinta Mawar Banyak Durinya, Mengusik dan Menguasai)

Kemudian zarrah akan menjadi satu dengan matahari yang agung itu; dan bayang-bayang Simurgh akan jatuh pada kita. Kini, mari kita menarik undian untuk memilih pemimpin. Kepada siapa undian itu jatuh, dia akan menjadi pemimpin kita; dia akan jadi besar di antara yang kecil."

Lalu mulai terjadi keributan, setiap mereka segera bicara, tetapi ketika segala sesuatu sudah siap, siul dan ocehan pun terhenti mati, dan burung-burung itu terdiam sunyi. (Baca juga: Merak Kencana serta Kisah Guru dan Murid )

Penarikan undian dilakukan dengan upacara, dan kebetulan undian jatuh pada Hudhud yang bersemangat itu. Dengan bulat mufakat semua menyetujui dan berjanji akan mematuhi Hudhud meskipun dengan mempertaruhkan hidup mereka, dan tak akan sayang berkorban jiwa maupun raga. Hudhud tampil ke muka dan sebuah mahkota pun dikenakan di kepalanya. (Baca juga: Oh, Kau yang Telah Hidup Berdekatan dengan Raja-Raja, Hati-Hatilah! )

Di tempat yang ditentukan, begitu banyak jumlah burung yang berkumpul di sana sehingga tertutuplah bulan dan ikan karenanya. Tetapi ketika mereka melihat jalan masuk ke lembah pertama, mereka pun terbang membubung ke awan dengan takut. Tetapi dengan kepak sayap dan lar yang lebih bergairah, hasrat untuk meninggalkan segalanya pun hidup kembali. Tetapi tugas di muka mereka berat dan jalan pun panjang.

Kesunyian mengeram di jalan yang membentang di hadapan dan seekor burung pun bertanya pada Hudhud mengapa begitu lengang. "Karena hormat yang ditimbulkan sang Raja maka jalan yang menuju ke tempat persemayamannya begitu lengang," jawab Hudhud.(Baca juga: Burung Hantu, Tikus, Si Bakhil, dan Rayuan Emas )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Bijak Para Sufi:...
Kisah Bijak Para Sufi: Sebuah Nubuat, Ketika Air Berubah
Kisah Sufi Ajaran Tarekat...
Kisah Sufi Ajaran Tarekat Khilwati: Membawa Sepatu
Hudhud Hizbullah Membobol...
Hudhud Hizbullah Membobol Haifa: Kegagalan yang Memalukan bagi Sistem Rudal Udara Israel
Kisah Sufi Rahasia Para...
Kisah Sufi Rahasia Para Pertapa: Ketika Darwis Mengupas Bawang
Surat Nabi Sulaiman...
Surat Nabi Sulaiman Ketika Menundukkan Ratu Balqis, Simak Kisahnya
Cendekiawan Islam Turki...
Cendekiawan Islam Turki Ini Bilang Sufisme Adalah Arkeologi Islam yang Mendalam
Rekomendasi
Mulai Dekati Kematiannya,...
Mulai Dekati Kematiannya, Betelgeuse Akan Jadi Peristiwa Alam Terbesar di Bumi
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Dipercaya untuk Melukai...
Dipercaya untuk Melukai Nabi Muhammad, Fenomena Batu Besar Ini di Luar Nalar
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved