Hari Akhirat: Ketika Manusia Digiring ke Mahsyar Menghadapi Pengadilan Ilahi
Rabu, 14 Agustus 2024 - 10:17 WIB
loading...
Manusia digiring ke mahsyar tempat berkumpul untuk menghadapi pengadilan Ilahi. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Prof Dr Quraish Shihab menjelaskan urutan hari akhirat yang dimulai dengan peniupan sangkakala . Peniupan itu terjadi dua kali. Saat peniupan kedua, manusia sadar bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar ( QS Al-Isra' [17] : 43) bahkan mereka merasa hanya bagaikan beberapa saat di sore atau pagi hari ( QS Al-Nazi'at [79] : 46).
Dari sana manusia digiring ke mahsyar (tempat berkumpul untuk menghadapi pengadilan Ilahi): "Setiap jiwa datang dengan satu penggiring dan satu penyaksi" ( QS Qaf [50] : 21).
Penggiring adalah malaikat dan penyaksi adalah diri manusia sendiri yang tidak dapat mengelak, atau amal perbuatannya masing-masing.
"Begitu penafsiran para ulama," ujar Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007). "Dan ketika itu terjadilah pengadilan agung."
Pada hari itu yang menjadi saksi atas mereka adalah lidah, tangan, dan kaki mereka, menyangkut apa yang dahulu mereka lakukan ( QS Al-Nur [24] : 24).
Baca juga: Inilah Nestapa Manusia di Padang Mahsyar
Bahkan boleh jadi, mulut mereka ditutup dan yang berbicara adalah tangan mereka kemudian kaki mereka yang menjadi saksi-saksinya sebagaimana ditegaskan dalam surat Ya Sin (36) : 65.
Quraish Shihab menjelaskan yang ingin diinformasikan oleh ayat-ayat di atas dan semacamnya adalah bahwa pada hari itu tidak ada yang dapat mengelak, tidak ada juga yang dapat menyembunylkan sesuatu di hadapan pengadilan yang maha agung itu.
Siapa yang mengerjakan (walau) sebesar zarrah (dari kebaikan). maka dia akan melihat (ganjarannya) ( QS Az-Zilzal [99] : 7). Demikian pula sebaliknya (baca surat Al-Zilzal [99] : 8).
Pengadilan Ilahi itu akan diadakan terhadap setiap pribadi mukalaf, "Tidak ada satupun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Tuhan telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah dengan sendiri-sendiri" ( QS Maryam [19] : 93-95)
Dari sana manusia digiring ke mahsyar (tempat berkumpul untuk menghadapi pengadilan Ilahi): "Setiap jiwa datang dengan satu penggiring dan satu penyaksi" ( QS Qaf [50] : 21).
Penggiring adalah malaikat dan penyaksi adalah diri manusia sendiri yang tidak dapat mengelak, atau amal perbuatannya masing-masing.
"Begitu penafsiran para ulama," ujar Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007). "Dan ketika itu terjadilah pengadilan agung."
Pada hari itu yang menjadi saksi atas mereka adalah lidah, tangan, dan kaki mereka, menyangkut apa yang dahulu mereka lakukan ( QS Al-Nur [24] : 24).
Baca juga: Inilah Nestapa Manusia di Padang Mahsyar
Bahkan boleh jadi, mulut mereka ditutup dan yang berbicara adalah tangan mereka kemudian kaki mereka yang menjadi saksi-saksinya sebagaimana ditegaskan dalam surat Ya Sin (36) : 65.
Quraish Shihab menjelaskan yang ingin diinformasikan oleh ayat-ayat di atas dan semacamnya adalah bahwa pada hari itu tidak ada yang dapat mengelak, tidak ada juga yang dapat menyembunylkan sesuatu di hadapan pengadilan yang maha agung itu.
Siapa yang mengerjakan (walau) sebesar zarrah (dari kebaikan). maka dia akan melihat (ganjarannya) ( QS Az-Zilzal [99] : 7). Demikian pula sebaliknya (baca surat Al-Zilzal [99] : 8).
Pengadilan Ilahi itu akan diadakan terhadap setiap pribadi mukalaf, "Tidak ada satupun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Tuhan telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah dengan sendiri-sendiri" ( QS Maryam [19] : 93-95)
Lihat Juga :