Perang Salib: Kerajaan Surga Yerusalem, Ketika Katolik Ingin Menyaingi Kejayaan Islam
Minggu, 18 Agustus 2024 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Hal tersebut menunjukkan kekuatan Katolik di dunia terutama kepada Islam. Katolik ingin meniru kejayaan yang ada pada Islam.
Islam telah melahirkan banyak dinasti besar maupun kecil di seluruh dunia atas nama pemerintahan mereka. Islam yang berasal dari Makkah di tengah-tengah Hijaz yang tidak pernah terjamah oleh Kerajaan Persia dan Kerajaan Byzantium karena kegersangan dan minimnya kekayaan sumber daya alam, akhirnya menjadi penguasa di Timur Tengah, bahkan di Eropa tepatnya di Andalusia.
Sementara itu Kristen yang lahir jauh sebelum Islam belum dapat mendirikan kerajaan.
Kristen hanya masuk dalam kehidupan kerajaan, kemudian Kristen dijadikan agama resmi kerajaan dan akhirnya diikuti oleh penduduk di Eropa. Tanpa bantuan dari Raja Konstantin, Kristen tidak akan pernah menjadi agama yang besar di dunia.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
Raja Konstantin menjadi raja di Kerajaan Byzantium sejak tahun 330. Agama Kristen sendiri mulai ia jadikan agama resmi menggantikan kepercayaan pagan Romawi pada tahun 313 di Milan. Wilayah Byzantium yang semakin luas pada tahun 550 di masa pemerintahan Raja Justinian membuat Kristen menyebar ke seluruh Eropa terutama di wilayah sekitar Laut Mediterania.
Wilayah pesisir Afrika dari Maghrib sampai Mesir, Syam hingga Anatolia, Andalusia hingga Yunani juga merupakan wilayah Kerajaan Byzantium. Kejayaan Byzantium atau Romawi Timur dipengaruhi runtuhnya pemerintahan Romawi Barat pada tahun 476.
Jati Pemungkas mengatakan jika dilihat dari sejarah arti pentingnya, tujuan Kerajaan Surga dibentuk di Yerusalem adalah untuk menyaingi kejayaan Islam.
Faktanya, Kerajaan Surga selesai pada tahun 1291 dengan ditaklukkannya Kerajaan Yerusalem oleh Dinasti Mamlukiah.
Baca juga: Perang Salib: Byzantium Bersekutu dengan Shalahuddin Al Ayyubi
Islam telah melahirkan banyak dinasti besar maupun kecil di seluruh dunia atas nama pemerintahan mereka. Islam yang berasal dari Makkah di tengah-tengah Hijaz yang tidak pernah terjamah oleh Kerajaan Persia dan Kerajaan Byzantium karena kegersangan dan minimnya kekayaan sumber daya alam, akhirnya menjadi penguasa di Timur Tengah, bahkan di Eropa tepatnya di Andalusia.
Sementara itu Kristen yang lahir jauh sebelum Islam belum dapat mendirikan kerajaan.
Kristen hanya masuk dalam kehidupan kerajaan, kemudian Kristen dijadikan agama resmi kerajaan dan akhirnya diikuti oleh penduduk di Eropa. Tanpa bantuan dari Raja Konstantin, Kristen tidak akan pernah menjadi agama yang besar di dunia.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
Raja Konstantin menjadi raja di Kerajaan Byzantium sejak tahun 330. Agama Kristen sendiri mulai ia jadikan agama resmi menggantikan kepercayaan pagan Romawi pada tahun 313 di Milan. Wilayah Byzantium yang semakin luas pada tahun 550 di masa pemerintahan Raja Justinian membuat Kristen menyebar ke seluruh Eropa terutama di wilayah sekitar Laut Mediterania.
Wilayah pesisir Afrika dari Maghrib sampai Mesir, Syam hingga Anatolia, Andalusia hingga Yunani juga merupakan wilayah Kerajaan Byzantium. Kejayaan Byzantium atau Romawi Timur dipengaruhi runtuhnya pemerintahan Romawi Barat pada tahun 476.
Jati Pemungkas mengatakan jika dilihat dari sejarah arti pentingnya, tujuan Kerajaan Surga dibentuk di Yerusalem adalah untuk menyaingi kejayaan Islam.
Faktanya, Kerajaan Surga selesai pada tahun 1291 dengan ditaklukkannya Kerajaan Yerusalem oleh Dinasti Mamlukiah.
Baca juga: Perang Salib: Byzantium Bersekutu dengan Shalahuddin Al Ayyubi
(mhy)
Lihat Juga :