5 Sifat Pemimpin Terpuji Menurut Al-Quran
Senin, 02 September 2024 - 14:56 WIB
loading...
Seorang khalifah yang ideal haruslah memiliki sifat-sifat luhur yang telah membudaya pada dirinya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Prof Dr Quraish Shihab mengatakan para khalifah yang disebut namanya dalam Al-Quran , yakni Adam dan Daud as , keduanya pernah melakukan penganiayaan, baik terhadap diri maupun terhadap orang lain. Namun, mereka berdua bertobat dan mendapat pengampunan.
Peristiwa Adam dan penyesalannya cukup populer (baca antara lain QS 7 :23), sedangkan "penganiayaan" yang dilakukan oleh Daud dapat terlihat pada kisah dua orang yang bertikai dan datang kepadanya meminta putusan ( QS 38 :22, dan seterusnya).
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Membumikan Al-Quran , Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996) menjelaskan bahwa ini menarik untuk dianalisis bahwa kedua orang yang bertikai itu berkata kepada Daud:
"Berilah keputusan antara kami dengan hak/adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan lurus."
Baca juga: Sa'ad bin 'Ubadah, Pemimpin Anshar yang Gagal Menjadi Khalifah Pertama
Menurut Quraish, dari ucapan kedua orang yang bertikai itu (yang pada hakikatnya tidak bertikai tetapi cara yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan Daud), terlihat betapa Tuhan menekankan pentingnya keadilan sampai-sampai permintaan untuk memberi putusan yang hak diikuti lagi dengan peringatan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang pada dasarnya mengandung makna yang sama dengan permintaan pertama --bahkan walaupun Daud telah bertobat dan diterima tobatnya (QS 38:24-25).
Namun, perintah untuk berlaku adil yang dikaitkan dengan tidak mengikuti hawa nafsu masih tetap ditekankan:
"Wahai Daud, Kami telah menjadikan kamu khalifah di bumi, maka berilah putusan antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu ..." (QS 38:26)
Menurut Quraish, memberi keputusan yang adil saja dan tidak mengikuti hawa nafsu , belum memadai bagi seorang khalifah. Tetapi, ia harus mampu pula untuk merealisasikan kandungan permintaan kedua orang yang berselisih itu, yakni Wa ihdina ila sawa' al-shirath.
"Memahami penggalan ayat ini, dalam kaitannya dengan sifat-sifat terpuji seorang khalifah, baru akan menjadi jelas bila dikaitkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang Imam/a'immah, dalam kaitannya dengan pemimpin-pemimpin yang menjadi teladan dalam kebaikan," ujar Quraish Shihab.
Baca juga: Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja Ngaku Khalifah Nomor 105
"Untuk maksud tersebut, terlebih dahulu, kita akan membuka lembaran-lembaran Al-Quran untuk melihat ayat-ayat yang dimaksud," lanjutnya.
Peristiwa Adam dan penyesalannya cukup populer (baca antara lain QS 7 :23), sedangkan "penganiayaan" yang dilakukan oleh Daud dapat terlihat pada kisah dua orang yang bertikai dan datang kepadanya meminta putusan ( QS 38 :22, dan seterusnya).
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Membumikan Al-Quran , Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996) menjelaskan bahwa ini menarik untuk dianalisis bahwa kedua orang yang bertikai itu berkata kepada Daud:
"Berilah keputusan antara kami dengan hak/adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan lurus."
Baca juga: Sa'ad bin 'Ubadah, Pemimpin Anshar yang Gagal Menjadi Khalifah Pertama
Menurut Quraish, dari ucapan kedua orang yang bertikai itu (yang pada hakikatnya tidak bertikai tetapi cara yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan Daud), terlihat betapa Tuhan menekankan pentingnya keadilan sampai-sampai permintaan untuk memberi putusan yang hak diikuti lagi dengan peringatan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang pada dasarnya mengandung makna yang sama dengan permintaan pertama --bahkan walaupun Daud telah bertobat dan diterima tobatnya (QS 38:24-25).
Namun, perintah untuk berlaku adil yang dikaitkan dengan tidak mengikuti hawa nafsu masih tetap ditekankan:
"Wahai Daud, Kami telah menjadikan kamu khalifah di bumi, maka berilah putusan antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu ..." (QS 38:26)
Menurut Quraish, memberi keputusan yang adil saja dan tidak mengikuti hawa nafsu , belum memadai bagi seorang khalifah. Tetapi, ia harus mampu pula untuk merealisasikan kandungan permintaan kedua orang yang berselisih itu, yakni Wa ihdina ila sawa' al-shirath.
"Memahami penggalan ayat ini, dalam kaitannya dengan sifat-sifat terpuji seorang khalifah, baru akan menjadi jelas bila dikaitkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang Imam/a'immah, dalam kaitannya dengan pemimpin-pemimpin yang menjadi teladan dalam kebaikan," ujar Quraish Shihab.
Baca juga: Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja Ngaku Khalifah Nomor 105
"Untuk maksud tersebut, terlebih dahulu, kita akan membuka lembaran-lembaran Al-Quran untuk melihat ayat-ayat yang dimaksud," lanjutnya.
Lihat Juga :