Kisah Muslim Menaklukkan Sicilia dengan Mengerahkan 10.000 Pasukan Multi-Etnis
Rabu, 18 September 2024 - 04:16 WIB
loading...
Penaklukan Islam ke Sicilia dimulai ketika khalifah diduduki oleh Muawiyah. Ilustrasi: Ist
A
A
A
PENAKLUKANIslam ke Sicilia dimulai ketika khalifah diduduki oleh Muawiyah dengan mengirimkan armada laut yang dipimpin oleh Muawiyah bin Khudayj.
Proses Penyerangan ini dilatarbelakangi oleh rasa tidak aman bagi wilayah yang telah dikuasainya di Afrika , meskipun pada waktu itu telah dapat mengusai Carthage.
Mereka menganggap Sicilia masih menjadi pangkalan armada laut Byzantium yang selalu mempunyai kemungkinan untuk menyerang Qairawan dan Tripoli serta kota-kota lainnya dalam wilayah kekuasaan Islam sepanjang pantai Afrika utara.
Dengan demikian, Sicilia masih menjadi wilayah yang dapat membahayakan keamanan Afrika utara. Oleh karena itu penyerangan ke Sicilia masih terus dilancarkan.
Baca juga: Kisah Seorang Yahudi Membantu Pasukan Muslim Menaklukkan Kaisariah
Di antara penyerangan yang dianggap penting yang terjadi pada tahun 740 dan 753. Salah satu yang menyebabkan kekalahan Sicilia adalah adanya seorang perwira tinggi angkatan laut Byzantium bernama Comander Euphemius yang memberontak terhadap atasannya. Ia ia merebut Syracuse, tetapi ia dikalahkan perwira lainnya “Balata”.
Kemudian karena ia merasa terdesak, pada akhirnya meminta bantuan (intervensi) Dinasti Aghlab yang pada waktu itu berada di bawah pimpinan Amir Ziyadat-Allah I.
Ia pun mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Asad bin Al-Furat. Penyerbuan pertama ke Sicilia pada tahun 827 M di bawah pimpinan Asad bin Al-Furat dari Afrika utara.
Pada waktu itu, Afrika Utara diperintah oleh Amir Aghlab III yakni Ziyadat Allah I. Dari sinilah dimulainya sejarah baru Islam di Sicilia.
Asad bin al-Furat gugur dalam usaha pengepungan kota benteng Syrocuse.
Proses Penyerangan ini dilatarbelakangi oleh rasa tidak aman bagi wilayah yang telah dikuasainya di Afrika , meskipun pada waktu itu telah dapat mengusai Carthage.
Mereka menganggap Sicilia masih menjadi pangkalan armada laut Byzantium yang selalu mempunyai kemungkinan untuk menyerang Qairawan dan Tripoli serta kota-kota lainnya dalam wilayah kekuasaan Islam sepanjang pantai Afrika utara.
Dengan demikian, Sicilia masih menjadi wilayah yang dapat membahayakan keamanan Afrika utara. Oleh karena itu penyerangan ke Sicilia masih terus dilancarkan.
Baca juga: Kisah Seorang Yahudi Membantu Pasukan Muslim Menaklukkan Kaisariah
Di antara penyerangan yang dianggap penting yang terjadi pada tahun 740 dan 753. Salah satu yang menyebabkan kekalahan Sicilia adalah adanya seorang perwira tinggi angkatan laut Byzantium bernama Comander Euphemius yang memberontak terhadap atasannya. Ia ia merebut Syracuse, tetapi ia dikalahkan perwira lainnya “Balata”.
Kemudian karena ia merasa terdesak, pada akhirnya meminta bantuan (intervensi) Dinasti Aghlab yang pada waktu itu berada di bawah pimpinan Amir Ziyadat-Allah I.
Ia pun mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Asad bin Al-Furat. Penyerbuan pertama ke Sicilia pada tahun 827 M di bawah pimpinan Asad bin Al-Furat dari Afrika utara.
Pada waktu itu, Afrika Utara diperintah oleh Amir Aghlab III yakni Ziyadat Allah I. Dari sinilah dimulainya sejarah baru Islam di Sicilia.
Asad bin al-Furat gugur dalam usaha pengepungan kota benteng Syrocuse.
Lihat Juga :