Mullah Nashruddin, Si Bakhil, dan Uang dari Tuhan
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
"Baiklah, aku akan melakukannya."
Baca juga: Mullah Nashruddin Masuk Jebakan Kepala Biara
Nashruddin segera pergi ke kebun dan berteriak sekeras-kerasnya, "Ya Tuhan! Aku telah melayani-Mu selama ini tanpa memperoleh uang. Sekarang istriku mengatakan bahwa aku seharusnya dibayar. Oleh sebab itu, bolehkah aku memiliki dalam waktu sekejap seratus keping emas sebagai bayaran selama ini?"
Seorang bakhil yang tinggal di samping rumahnya pada saat itu sedang berada di atap rumahnya, menghitung kekayaannya.
Didorong oleh pemikiran ingin mempermainkan Nashruddin, ia melemparkan di depannya sebuah kantong yang berisi seratus dinar emas.
"Terima kasih," ucap Nashruddin dan bersegera menuju rumahnya.
Baca juga: Mullah Nashruddin Membawa Sapi Tua ke Sebuah Lomba Pacuan Kuda
Ia memperlihatkan keping-keping emas tersebut kepada istrinya, yang merasa sangat terkesima.
"Maafkan aku," ucapnya, "aku tidak pernah benar-benar percaya bahwa engkau adalah seorang wali, tetapi sekarang aku telah melihat buktinya."
Dua hari berikutnya, tetangga yang kikir tersebut melihat semua barang-barang mewah dikirim ke rumah Nashruddin. Ia mulai tidak bisa menahan diri, dan ia pun berdiri di depan pintu rumah Nashruddin.
"Sobat, ketahuilah," ucap Nashruddin, "aku adalah seorang wali. Apa yang engkau inginkan?" (Baca juga: Mullah Nashruddin Belajar dari Seorang Pendeta tentang Meditasi )
"Aku ingin uangku kembali. Akulah yang melemparkan kantung berisi uang emas itu, bukan Tuhan!"
"Engkau mungkin saja menjadi alat-Nya, tetapi emas tersebut tidak datang sebagai akibat dari permohonanku kepadamu."
Baca juga: Amien Rais Khawatir Indonesia Darurat Tenaga Medis
Si bakhil tersebut merasa serba salah. "Aku akan membawa (masalah ini) kepada hakim, dan kita akan memperoleh keadilan."
Nashruddin sepakat. Begitu mereka berada di luar rumah, Nashruddin berkata kepada si kikir, "Aku berpakaian kasar. Jika aku tampak di sampingmu di depan hakim, perbedaan penampilan kita mungkin akan mendorong prasangka pengadilan yang bisa menguntungkanmu."
Baca juga: Mullah Nashruddin Masuk Jebakan Kepala Biara
Nashruddin segera pergi ke kebun dan berteriak sekeras-kerasnya, "Ya Tuhan! Aku telah melayani-Mu selama ini tanpa memperoleh uang. Sekarang istriku mengatakan bahwa aku seharusnya dibayar. Oleh sebab itu, bolehkah aku memiliki dalam waktu sekejap seratus keping emas sebagai bayaran selama ini?"
Seorang bakhil yang tinggal di samping rumahnya pada saat itu sedang berada di atap rumahnya, menghitung kekayaannya.
Didorong oleh pemikiran ingin mempermainkan Nashruddin, ia melemparkan di depannya sebuah kantong yang berisi seratus dinar emas.
"Terima kasih," ucap Nashruddin dan bersegera menuju rumahnya.
Baca juga: Mullah Nashruddin Membawa Sapi Tua ke Sebuah Lomba Pacuan Kuda
Ia memperlihatkan keping-keping emas tersebut kepada istrinya, yang merasa sangat terkesima.
"Maafkan aku," ucapnya, "aku tidak pernah benar-benar percaya bahwa engkau adalah seorang wali, tetapi sekarang aku telah melihat buktinya."
Dua hari berikutnya, tetangga yang kikir tersebut melihat semua barang-barang mewah dikirim ke rumah Nashruddin. Ia mulai tidak bisa menahan diri, dan ia pun berdiri di depan pintu rumah Nashruddin.
"Sobat, ketahuilah," ucap Nashruddin, "aku adalah seorang wali. Apa yang engkau inginkan?" (Baca juga: Mullah Nashruddin Belajar dari Seorang Pendeta tentang Meditasi )
"Aku ingin uangku kembali. Akulah yang melemparkan kantung berisi uang emas itu, bukan Tuhan!"
"Engkau mungkin saja menjadi alat-Nya, tetapi emas tersebut tidak datang sebagai akibat dari permohonanku kepadamu."
Baca juga: Amien Rais Khawatir Indonesia Darurat Tenaga Medis
Si bakhil tersebut merasa serba salah. "Aku akan membawa (masalah ini) kepada hakim, dan kita akan memperoleh keadilan."
Nashruddin sepakat. Begitu mereka berada di luar rumah, Nashruddin berkata kepada si kikir, "Aku berpakaian kasar. Jika aku tampak di sampingmu di depan hakim, perbedaan penampilan kita mungkin akan mendorong prasangka pengadilan yang bisa menguntungkanmu."
Lihat Juga :