Kisah Cinta Utsman bin Affan dan Ruqayyah: Dua Kali Hijrah
Kamis, 26 September 2024 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain
Dari Ruqayyah ia mendapat seorang anak laki-laki dan diberi nama Abdullah dan dia pun mendapat julukan demikian. Julukan ini terus melekat kendati anak itu sudah meninggal dalam usia enam tahun.
Setelah menikah, Utsman masih tinggal di Makkah bersama istrinya itu sambil meneruskan usaha perdagangannya dan mengikuti turunnya wahyu serta ajaran-ajaran yang diberikan Nabi Muhammad SAW bersama-sama saudara-saudaranya kaum Muslimin yang sudah lebih dulu dalam Islam.
Islam mulai tersebar dan pihak Quraisy pun tetap menentang dan mengganggu Muslimin. Yang demikian ini berlangsung selama bertahun-tahun terus-menerus.
Sesudah mereka tak mampu melawannya, Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabat supaya pergi terpencar-pencar, berlindung kepada Allah dengan agama mereka itu.
Ia menyarankan agar mereka pergi ke Abisinia. Mereka yang berangkat mula-mula terdiri atas sebelas orang laki-laki dan perempuan. Utsman dan istrinya Ruqayyah yang paling lebih dulu hijrah.
Apa sebab Utsman cepat-cepat hijrah dan membawa istrinya? Haekal mengatakan mungkin dia khawatir Ruqayyah istrinya akan mendapat musibah sedang dia tak mampu melindunginya dari gangguan kaumnya sendiri dan yang demikian ini akan menjadi suatu aib seumur hidupnya. Yang terakhir inilah yang sangat mempengaruhi jiwa Utsman.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya
Sebuah sumber menyebutkan bahwa ada seorang Muslimah yang baru pulang dari Abisinia ditanya oleh Rasulullah tentang Ruqayyah dan bagaimana ia melihat keadaannya, dijawab: "Saya melihatnya ketika ia sedang dinaikkan ke atas seekor keledai."
Mendengar itu Rasulullah sangat terharu. "Semoga Allah menyertainya, sebab Utsman orang yang pertama hijrah mencari perlindungan Allah sesudah turun wahyu," katanya.
Dari Ruqayyah ia mendapat seorang anak laki-laki dan diberi nama Abdullah dan dia pun mendapat julukan demikian. Julukan ini terus melekat kendati anak itu sudah meninggal dalam usia enam tahun.
Setelah menikah, Utsman masih tinggal di Makkah bersama istrinya itu sambil meneruskan usaha perdagangannya dan mengikuti turunnya wahyu serta ajaran-ajaran yang diberikan Nabi Muhammad SAW bersama-sama saudara-saudaranya kaum Muslimin yang sudah lebih dulu dalam Islam.
Islam mulai tersebar dan pihak Quraisy pun tetap menentang dan mengganggu Muslimin. Yang demikian ini berlangsung selama bertahun-tahun terus-menerus.
Sesudah mereka tak mampu melawannya, Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabat supaya pergi terpencar-pencar, berlindung kepada Allah dengan agama mereka itu.
Ia menyarankan agar mereka pergi ke Abisinia. Mereka yang berangkat mula-mula terdiri atas sebelas orang laki-laki dan perempuan. Utsman dan istrinya Ruqayyah yang paling lebih dulu hijrah.
Apa sebab Utsman cepat-cepat hijrah dan membawa istrinya? Haekal mengatakan mungkin dia khawatir Ruqayyah istrinya akan mendapat musibah sedang dia tak mampu melindunginya dari gangguan kaumnya sendiri dan yang demikian ini akan menjadi suatu aib seumur hidupnya. Yang terakhir inilah yang sangat mempengaruhi jiwa Utsman.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya
Sebuah sumber menyebutkan bahwa ada seorang Muslimah yang baru pulang dari Abisinia ditanya oleh Rasulullah tentang Ruqayyah dan bagaimana ia melihat keadaannya, dijawab: "Saya melihatnya ketika ia sedang dinaikkan ke atas seekor keledai."
Mendengar itu Rasulullah sangat terharu. "Semoga Allah menyertainya, sebab Utsman orang yang pertama hijrah mencari perlindungan Allah sesudah turun wahyu," katanya.
Lihat Juga :