Ustaz Saeful Hadi: Waspada di Akhirat Ada Prank Lho!

loading...
Ustaz Saeful Hadi: Waspada di Akhirat Ada Prank Lho!
Pengasuh Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang, Ustaz Saeful Huda ( (kanan) saat menyampaikan tausiyahnya. Foto/Ist
Prank adalah sebuah kata berasal dari Bahasa Inggris yang artinya sebuah trik menyebabkan orang kaget dan keheranan. Istilah lainnya disebut lelucon praktikal. Pernahkah membayangkan prank di Akhirat?

"Waspadalah ketika kita terkena prank di Akhirat. Prank di akhirat beda dengan di dunia. Saat Mizan atau timbangan amal ditegakkan, ketika kita menyangka akan mengunduh pahala dari salat Dhuha, Tahajjud dan Sedekah untuk ditukar tiket masuk ke Jannah," kata Ustaz Saeful Huda, pengasuh Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang dalam tausiyah ringannya, namun sarat dengan hikmah. (Baca Juga: 3 Tanda Seseorang Merasakan Manisnya Iman)

Ketika amalan kita dihisap di akhirat, tiba-tiba semuanya berubah jadi zonk, hangus. Saat itu kita komplain kepada Allah 'Azza wa Jalla: "Ya Allah, mana pahala salat Dhuha, sedekah dan Tahajjud saya?"

(Baca Juga: Update Corona: Bertambah 3.307 Kasus, Jumlah Pasien Positif 203.342 Orang)

Kemudian Allah menjawab: "Hamba-Ku, kamu salat Dhuha kan untuk dunia. Supaya hidup kaya. Kan sudah Aku berikan kekayaan untukmu ketika di dunia. Salat tahajud kan niatnya agar urusan beres. Bisnismu meroket. Sedekah kau niatkan agar uang yang kamu bagikan kembali lagi dengan jumlah berlipat ganda. Semuanya sudah tunai Ku-berikan. Aku berikan balasan sesuai niatmu!"



Dunia kita sudah dijamin oleh Allah! Ibadah tidak ibadah, jika jatahnya 2 Miliar ya pasti datang! Karena Allah tidak pernah membagikan dunia berdasarkan ibadah. Semua sesuai takaran-Nya. (Baca Juga: Nama-nama Lain dari Hari Kiamat, Yuk Siapkan Bekal Akhirat)

Jika Allah membagikan dunia berdasarkan ibadah, tentu mereka yang rajin maksiat hidupnya akan miskin. Tetapi kan tidak. Mereka yang hobi maksiat hidupnya malah kaya raya. Handphone-nya lebih mahal, rumahnya lebih mewah,makannya lebih enak, uangnya lebih banyak dari mereka yang taat.

Demi apa coba? Demi Allah, yang lapang tidak lebih mulia, dan yang sempit tidak lebih hina. Sejatinya, ibadah kita adalah untuk akhirat kita. Kenapa kita salat Dhuha? Karena ada 360 ruas tulang yang perlu kita tunaikan sedekahnya. Dengan begitu, tulang-tulang ini membantu kita untuk taat dan menjadi berkat manfaat.

Kenapa kita salat Tahajjud? Karena ada sebuah apartemen di Surga yang tidak bisa kita beli kecuali dengan cara merutinkan salat Tahajud. Berduaan bersama Allah ketika sebagian besar penduduk bumi sedang tertidur pulas.

Kenapa kita sedekah? Karena itu adalah tanda terima kasih kita atas nikmat berupa rezeki harta benda. Jangan dibalik, semua ibadah untuk Akhirat kita konversikan untuk pernak-pernik dunia yang ingin kita punya. Sungguh nikmat dunia itu cuma setetes dari samudera kenikmatan di Akhirat.



"Kalau dapat jangan bangga berlebihan, lha wong cuma setetes! Kalo Ndak dapat ya biasa saja, gak perlu sedih apalagi frustasi. Kan cuma setetes," kata Dai yang pernah menimba ilmu di Hadhramaut Yaman ini.

(Baca Juga: Polemik Penceramah Good Looking, Menag Akui Kesalahannya)

Sekarang ini, kita hidup pada zaman dimana banyak orang yang ingin menaikkan gaya hidup dengan cara menurunkan harga diri. mitos atau fakta? Sudahlah, tidak usah membayangkan orang lain.

Nasihat ini khusus untuk diri sendiri. Ini adalah muhasabah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Allah Ta'ala memberi kita taufik untuk beramal saleh dengan tujuan mengharapkan ridha-Nya. (Baca Juga: 3 Hal yang Dapat Meraih Kebaikan di Dunia dan Akhirat)

Semoga Bermanfaat
Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
cover top ayah
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الۡـكِتٰبِ اَنۡ اِذَا سَمِعۡتُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَاُبِهَا فَلَا تَقۡعُدُوۡا مَعَهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖۤ‌ ‌ ۖ اِنَّكُمۡ اِذًا مِّثۡلُهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ‌‌‌الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡكٰفِرِيۡنَ فِىۡ جَهَـنَّمَ جَمِيۡعَا
Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

(QS. An-Nisa:140)
cover bottom ayah
preload video