Apakah Tidur dalam Keadaan Duduk Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Ustaz Farid

loading...
Apakah Tidur dalam Keadaan Duduk Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Ustaz Farid
Apabila tidurnya masih duduk dan kepala masih terkantuk-kantuk belum membatalkan wudhu sebagaimana dialami para sahabat, dan dipahami para ulama. Foto ilustrasi/Ist
Thaharah atau bersuci adalah ilmu fiqih dasar yang wajib dipelajari oleh umat muslim. Ilmu thaharah ini meliputi kajian tentang berwudhu, tayammum dan mandi. Banyak pertanyaan yang muncul seputar fiqih wudhu.

(Baca Juga: 11 Provinsi Tercatat Penambahan di Atas 100 Kasus Corona, Jakarta Tertinggi)

Salah satunya, tentang posisi tidur seperti apakah yang membatalkan wudhu? Apabila bersandar atau duduk apakah itu termasuk membatalkan wudhu? Berikut jawaban Ustaz Farid Nu'man Hasan (dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia). (Baca Juga: Ilmu Wudhu yang Wajib Kamu Ketahui (1))

Kata Ustaz Farid Nu'man, apabila tidurnya masih dalam posisi duduk, keadaan setengah sadar, masih terkantuk-kantuk saja, kepala manggut-manggut karena ngantuk. Maka, ini belum membatalkan wudhu. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:



كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ينامون ثم يصلون ولا يتوضئون

"Dahulu para sahabat Rasululullah SAW tertidur lalu mereka salat dan tidak berwudhu lagi." (HR. Muslim No. 376)

Tertidur yang bagaimana? Ada rincian dalam riwayat lain, juga dari Anas bin Malik:



كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْتَظِرُونَ الْعِشَاءَ الآخِرَةَ حَتَّى تَخْفِقَ رُءُوسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلاَ يَتَوَضَّئُونَ
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَمَنۡ يَّقۡتُلۡ مُؤۡمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيۡهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيۡمًا
Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

(QS. An-Nisa:93)
cover bottom ayah
preload video