Al-Qur'an dan Hadis Melarang Mengambil yang Bukan Haknya

Senin, 21 September 2020 - 21:00 WIB
loading...
A A A
"Ketiga: Seruan. Semua lapisan masyarakat berkewajiban untuk memberantas dan tidak terlibat dalam praktek hal-hal tersebut. Keempat: Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini."

SurveiKorupsi dan Religiusitas
Secara empiris, perbandingan korupsi dengan tingkat religiusitas dan keberagaman masyarakat Indonesia dengan korupsi pernah dipotret oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Selama kurun 16-22 Agustus 2017, LSI melakukan survei nasional bertajuk "Korupsi, Religiusitas, dan Intoleransi". Berikut ini dinukilkan dari dokumen ‘Presentasi Rilis’ dan ‘Press Release' survei yang telah lebih dulu penulis unduh di laman resmi LSI.

LSI memilih 1540 responden di seluruh Indonesia dengan metode multi-stage random sampling. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar ± 2,6 % dengan tingkat kepercayaan 95 %. Para responden adalah personal yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

LSI menemukan, saat survei Agustus 2017, mayoritas warga yakni 54 % merasa bahwa tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Di sisi lain, warga yang merasa ‘tingkat korupsi meningkat' berkurang proporsinya dibanding temuan pada 2016 yaitu 70 %. Berikutnya 19,3 % menilai tingkat korupsi menurun dan 24,5 % berpendapat tidak ada perubahan. Selain itu mayoritas warga menilai pemerintah serius (55,9 %) dan sangat serius melawan korupsi (11,4 %).

LSI menemukan, korelasi antara pengalaman masyarakat diminta memberikan uang/hadiah di luar biaya resmi oleh pegawai pemerintah dan pengalaman mereka memberi uang/hadiah di luar biaya resmi sangat kuat (0.706). Artinya, semakin sering aparat pemerintah bertindak korup terhadap warga, maka warga juga akan semakin sering bertindak korup dengan mengikuti permintaan aparat pemerintah tersebut.

Dari sisi sikap terhadap korupsi, LSI menyimpulkan, pandangan masyarakat Indonesia tentang praktik korupsi cukup memprihatinkan. Musababnya, sebanyak 30,4 % berpendapat bahwa pemberian uang/hadiah untuk memperlancar urusan ketika berhubungan dengan instansi pemerintah (gratifikasi) merupakan hal yang wajar. Angka yang hampir sama yakni 35,2 % pun ditemukan dalam sikap pemakluman masyarakat terhadap tindakan kolusi.

Survei ini menemukan, adanya hubungan antara perilaku dan sikap masyarakat terhadap korupsi. Terdapat hubungan positif dan signifikan di antara keduanya. Semakin warga bersikap memaklumi praktik korupsi, semakin korup juga perilaku mereka.Dari aspek religiusitas dan keberagaman, khusus responden muslim, sekitar 74,9 % warga muslim merasa dirinya sangat atau cukup saleh. Kemudian, sekitar 82,9 % warga muslim sangat atau cukup sering mempertimbangkan agama ketika membuat keputusan penting.

Untuk aspek ini, ada tiga temuan LSI. Satu, masyarakat muslim Indonesia tergolong relijius. Alasannya, sebanyak 74,9 % dari seluruh umat Islam di Indonesia sangat atau cukup saleh. Oleh karenanya, wajar jika 82,9 % dari mereka sangat sering atau cukup sering mempertimbangkan agama ketika membuat keputusan penting.

Dua, kesalehan masyarakat juga tercermin dari praktik ritual yang dilakukan. Sebanyak 55,9 % rutin melakukan shalat wajib lima waktu dan 28,4 % cukup sering melakukannya. Sementara yang rutin puasa Ramadhan sebanyak 67,5 % dan sering puasa 24,6 %. Berikutnya, mereka yang selalu menjalankan shalat sunnah 14,4 % dan yang sering sebanyak 30,3 %.

Tiga, meskipun demikian, makna agama dan perilaku ritual yang dijalani hanya berhubungan signifikan dengan sikap mereka terhadap korupsi. Tidak ada hubungannya dengan perilaku korupsi . Sehingga, semakin relijius maka hanya semakin bersikap antikorupsi. Perilaku korup tetap berjalan dan tidak ada hubungannya dengan masalah agama. [Baca Juga: Pencegahan Korupsi, Agama dan Kesalehan Sosial (1) ]

(Bersambung)!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Rekomendasi
Inilah Danau Terkutuk...
Inilah Danau Terkutuk di Dunia, Bisa Ubah Hewan Menjadi Batu
Ilmuwan Menemukan Penyebab...
Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova
Goliath Manusia Raksasa...
Goliath Manusia Raksasa yang Identik dengan Umat Nabi Daud
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved