Perlunya Peran Juru Dakwah dalam Memberantas Korupsi

Selasa, 22 September 2020 - 21:51 WIB
loading...
A A A
"Karena pendekatan pendidikan yang paling bagus itu adalah sosio-kultural. Sosio-kultural ini di antaranya menggunakan pendekatan agama, pendekatan spiritual, pendekatan budaya lokal, pendekatan adat tradisional untuk menginternalisasi nilai-nilai. Jadi sebenarnya organisasi-organisasi ini perannya juga sangat sentral," tegasnya.

Dia mengungkapkan, implementasi pendidikan dan budaya antikorupsi dengan menggandeng ormas-ormas kegamangan tersebut berpijak pada alasan faktual. Pasalnya, ormas-ormas tersebut menaungi dan memiliki sekolah formal maupun informal. Selain itu, tutur dia, KPK melalui Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti Corruption Learning Center (ACLC) kerap menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk para pemuda dan tokoh dari berbagai agama serta pengurus ormas keagamaan.

"Kita mesti belajar dari pendakwah zaman dulu ya, bahwa mereka menggunakan sosio-kultural untuk masuk," katanya.(Baca Juga: Syeikh Ahmad Al-Misri Ingatkan Tentang Bahaya Suap )

Giri mengungkapkan, dalam konteks pendidikan antikorupsi dengan pendekatan keagamaan atau pendekatan spiritual, maka tim Direktorat Dikyanmas juga acap kali turun langsung ke berbagai pesantren baik modern maupun salafi yang tersebar di berbagai daerah. Dia mengungkapkan, korupsi dalam literatur Islam juga dikenal dengan sebutan ghulul. Menurut dia, literatur tersebut telah dipelajari dan diketahui secara jelas oleh kalangan pesantren. Karenanya kata dia, budaya anti-ghulul dapat dimulai dari pesantren dan kemudian disebarluaskan kepada masyarakat.

"Jadi bayangkan kalau korupsi itu kayak babi bagi orang Islam , di mana pun di berada, di luar negeri atau di mana pun ketika ada babi, dia tidak akan mendekatinya. Memang korupsi itu haram. Cuma kalau babi itu haram dimakan, kenapa (ada pelaku beragama Islam melakukan) korupsi tidak merasa haram," paparnya.

Dia menjelaskan, hakikatnya ujung dari pendidikan antikorupsi adalah membangun kepercayaan dan keyakinan bahwa setiap individu dapat mencegah korupsi. Ketika dalam kesendirian, setiap individu mampu mengontrol dirinya dengan nilai-nilai integritas yang telah diinternalisasi dengan pendekatan sosio-kultural. Pun demikian, setiap individu seharusnya menyadari tujuan akhir dari hidupnya.

"Jadi kalau dari pendekatan agama, kan agama dekat nih (dengan kita), kita tidak bicara urusan rasional di dunia, tapi pertanggungjawaban ketika kembali. Agama apapun. Ada orang mengenal karma, ada orang mengenal akhirat, ada orang mengenal pahala dan dosa, ada orang neraka dan surga, dan segala macam. Dia harus selesai dengan dirinya, tiap individu itu tahu tujuan akhir hidupnya. Tahu tujuan akhir hidup ini kan pendekatan ormas keagamaan sangat dibutuhkan," ucap Giri.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern al-Syaikh Abdul Wahid, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) KH Abdul Rasyid Sabirin mengungkapkan, Tim Direktorat Dikyanmas pada Kedeputian Pencegahan KPK pernah datang di pondok pesantren ini guna melaksanakan sosialisasi dan kampanye program pencegahan korupsi termasuk di dalamnya pendidikan dan budaya antikorupsi. Para peserta kegiatan terdiri dari para santri dan asatidz (guru-guru). Seingat dia, kegiatan ini berlangsung pada awal September 2018.

Rasyid memastikan, para santri dan asatidz menyambut baik dan positif kegiatan tersebut. Mulanya saat penyampaian materi, tim KPK menyampaikan bahwa tidak perlu takut dengan kedatangan tim KPK. Pasalnya, kedatangan tim KPK tidak selalu berhubungan dengan kegiatan penindakan, tapi sebetulnya KPK juga melakukan berbagai kegiatan pencegahan korupsi dengan pendekatan kemasyarakatan dan pendidikan.

"Ada dua atau tiga orang dari KPK yang datang waktu itu. Mereka juga menyerahkan modul dan buku-buku, gambar-gambar terkait dengan pencegahan korupsi dan pendidikan antikorupsi," kata Rasyid saat berbincang dengan penulis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hukum Pergi Haji dengan...
Hukum Pergi Haji dengan Korupsi Kuota Haji, Begini Penjelasan Ulama Mazhab
Praktik Langsung, Dai...
Praktik Langsung, Dai Muda Dapat Kesempatan Magang di Pesantren
Kemenag: Para Dai Hadir...
Kemenag: Para Dai Hadir sebagai Penggerak Sosial di Akar Rumput
Dewan Dakwah Lepas 225...
Dewan Dakwah Lepas 225 Dai Muda Terbaik dari Gedung MPR RI
Dai Muda Diajak Isi...
Dai Muda Diajak Isi Media Digital dengan Film Dakwah
Atasi Krisis Iklim,...
Atasi Krisis Iklim, Dai Muda Diajak Gemakan Kesadaran Lingkungan
Rekomendasi
NOAA Prediksi Air Permukaan...
NOAA Prediksi Air Permukaan Laut Akan Naik hingga 40 Kaki
Temuan Ini Buktikan...
Temuan Ini Buktikan Kedekatan Manusia Purba dengan Dinosaurus
Ini Penyebab Lautan...
Ini Penyebab Lautan Pertama di Bumi Tidak Berwarna Biru
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved