Penaklukan Persia (6)

Kisah Budak Taglabi yang Berhasil Membunuh Panglima Perang Persia

loading...
Kisah Budak Taglabi yang Berhasil Membunuh Panglima Perang Persia
Ilustrasi/Ist
KECINTAAN anggota pasukan Muslimin yang serentak kepada Musanna bin Harisah menjadi salah satu penyebab kemenangan itu, bahkan itulah penyebab utamanya. Mereka sudah menyaksikan Musanna terjun ke dalam pertempuran dengan gagah berani dan penuh keyakinan. Yang lain pun mengikutinya bertempur habis-habisan. Maka Allah telah memberi pertolongan kepada mereka. (Baca juga: 100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan mereka yang dulu pernah lari dari Pertempuran Jembatan, sekarang bertempur mati-matian tanpa pedulikan maut untuk menebus kekalahan yang dulu tercoreng di kening mereka. (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin)

Sementara Musanna sedang mengatur barisan untuk menghadapi pertempuran dilihatnya ada yang maju keluar dari barisan hendak menyerbu pasukan Persia, tetapi oleh Musanna ia diketuk dengan tombak sambil berkata: "Jangan meninggalkan tempatmu! Jika datang lawanmu di medan perang, bantulah kawanmu dan jangan mempertaruhkan diri." (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut)

Orang itu menjawab: "Saya memang pantas untuk itu." Kemudian ia kembali ke tempatnya dalam barisan. Para perwira dan prajurit-prajurit yang lain memang mempunyai peranan luar biasa yang patut dibanggakan.

Tatkala pertempuran sedang sengit-sengitnya, Mas'ud bin Harisah — saudara Musanna — menyerbu ke tengah-tengah medan. Dia jatuh terkapar dan teman-temannya merasa sudah tak berdaya — sebelum pihak Persia dapat dikalahkan. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan: Langgar Pesan Umar Bin Khattab, Pasukan Muslim Berguguran)



Hal ini dilihatnya saat ia sudah dalam sekarat. "Saudara-saudara Bakr bin Wa'il!" katanya. "Angkatlah bendera kalian, semoga Allah mengangkat kalian! Kejatuhanku ini jangan sampai membuat kalian kehilangan semangat!"

Sebelum ia terkena itu ia pernah berkata kepada mereka: "Hati kalian jangan cemas hanya karena melihat saya sudah terkena sasaran. Tentara itu datang dan pergi. Pertahankanlah garis barisan kalian. Manfaatkanlah kemampuan mereka yang di belakang kalian." (Baca juga: Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khattab, Jalankan Wasiat Abu Bakar)

Juga Anas bin Hilal an-Namiri orang Nasrani itu, bertempur sampai ia menemui ajalnya. Seorang budak Nasrani Banu Taglab datang menyerang Panglima Perang Persia, Mehran, dan berhasil membunuhnya kemudian merampas kudanya. Ia lalu pergi sambil berdendang: "Saya budak Taglabi. Saya yang membunuh pemimpin Persia." (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Umar bin Khattab Tak Biarkan Agama Lain Tumbuh di Jazirah Arab)



Sesudah Musanna dapat mengejar pasukan Persia di jembatan dan dapat mencegah mereka menyeberang, Arfajah bin Harsamah menggiring satu regu pasukan berkuda Persia sampai ke Furat. Setelah mereka merasa terjepit mereka mengadakan perlawanan dan menyerang Arfajah dan anak buahnya. Maka terjadilah lagi pertempuran sengit, tetapi berhasil mereka lumpuhkan. (Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(QS. Ali 'Imran:104)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video