Penaklukan Persia (5)

100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur

loading...
100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur
Ilustrasi/Ist
MUSANNA bin Harisah merasa lega setelah memeriksa barisan angkatan bersenjatanya. Kendati ia tak mempunyai pasukan gajah seperti pada pasukan Persia, namun bala bantuan dari semua kekuatan di Semenanjung Arab dan di luarnya yang sekarang bergabung, sudah cukup mewakili. (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menyebutkan di antara bala bantuan yang diminta oleh Musanna ketika ia masih di Ullais, termasuk Bajilah, Azd, Kinanah dan kabilah-kabilah Arab yang lain yang telah memenuhi seruan Khalifah Abu Bakar; ada Banu Namir, orang-orang Nasrani yang datang bersama Anas bin Hilal dan kaum Nasrani Taglib yang juga datang bersama Ibn Mirda al-Fihr at-Taglabi, dan para pemacu kuda. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut)

Selain mereka ada pula beberapa kabilah Arab lain yang tinggal di Irak. Mereka semua melihat posisi Arab yang berhadapan dengan orang asing Persia. Mereka berteriak: Kita berperang bersama golongan kita. Tidak sedikit dari kaum Nasrani Irak yang dipersatukan oleh ikatan etnis bergabung dalam barisan Muslimin dan ikut berperang. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan: Langgar Pesan Umar Bin Khattab, Pasukan Muslim Berguguran)

Menyeberang
Panglima Perang Persia, Mehran, mengirim utusan kepada Musanna dengan pesan: "Kalian menyeberang ke tempat kami, atau biarkan kami menyeberang ke tempat kalian."

Musanna belum lupa apa yang telah menimpa Abu Ubaid ketika ia menyeberangi sungai dan berhadapan dengan Bahman. Umar mengimbaunya setelah peristiwa jembatan itu untuk tidak menyeberangi sungai sebelum mencapai kemenangan. Oleh karena itu ia membalas seruan Mehran dengan mengatakan agar mereka yang menyeberang. (Baca juga: Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khattab, Jalankan Wasiat Abu Bakar)



Akhirnya, pihak Persia yang menyeberang ke Buwaib dengan mempersiapkan tiga barisan masing-masing dengan seekor gajah.

Musanna pun menyambut mereka dengan kudanya yang diberi nama Syamus, yang dinaikinya hanya untuk berperang. Selesai perang kembali dikandangkan. Kuda itu diberi nama Syamus karena sangat penurut. Dengan kudanya itu Musanna memeriksa barisan demi barisan sambil memberi semangat dan perintah dengan sebaik-baiknya. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Umar bin Khattab Tak Biarkan Agama Lain Tumbuh di Jazirah Arab)

Pada setiap panji ia berhenti sambil berkata: "Saya mengharapkan sekali pasukan kita jangan sampai dihancurkan oleh kita sendiri. Apa yang akan menyenangkan hati saya hari ini berarti juga akan menyenangkan hatimu semua."



Kata-katanya itu disambut baik oleh mereka. Mengingat waktu bulan Ramadhan, ia berseru kepada pasukan Muslimin: "Saudara-saudara. Kalian semua sedang berpuasa, tetapi puasa dapat melemahkan badan kita. Saya berpendapat lebih baik kalian iftar supaya dengan makanan kalian lebih kuat menghadapi musuh.” (Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
قُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَغُـضُّوۡا مِنۡ اَبۡصَارِهِمۡ وَيَحۡفَظُوۡا فُرُوۡجَهُمۡ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزۡكٰى لَهُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا يَصۡنَـعُوۡنَ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

(QS. An-Nur:30)
cover bottom ayah
preload video