100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur

Kamis, 24 September 2020 - 13:02 WIB
loading...
100.000 Pasukan Persia...
Ilustrasi/Ist
A A A
MUSANNA bin Harisah merasa lega setelah memeriksa barisan angkatan bersenjatanya. Kendati ia tak mempunyai pasukan gajah seperti pada pasukan Persia , namun bala bantuan dari semua kekuatan di Semenanjung Arab dan di luarnya yang sekarang bergabung, sudah cukup mewakili. (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin )

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " menyebutkan di antara bala bantuan yang diminta oleh Musanna ketika ia masih di Ullais, termasuk Bajilah, Azd, Kinanah dan kabilah-kabilah Arab yang lain yang telah memenuhi seruan Khalifah Abu Bakar ; ada Banu Namir, orang-orang Nasrani yang datang bersama Anas bin Hilal dan kaum Nasrani Taglib yang juga datang bersama Ibn Mirda al-Fihr at-Taglabi, dan para pemacu kuda. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut )

Selain mereka ada pula beberapa kabilah Arab lain yang tinggal di Irak . Mereka semua melihat posisi Arab yang berhadapan dengan orang asing Persia. Mereka berteriak: Kita berperang bersama golongan kita. Tidak sedikit dari kaum Nasrani Irak yang dipersatukan oleh ikatan etnis bergabung dalam barisan Muslimin dan ikut berperang. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan: Langgar Pesan Umar Bin Khattab, Pasukan Muslim Berguguran )

Menyeberang
Panglima Perang Persia, Mehran, mengirim utusan kepada Musanna dengan pesan: "Kalian menyeberang ke tempat kami, atau biarkan kami menyeberang ke tempat kalian."

Musanna belum lupa apa yang telah menimpa Abu Ubaid ketika ia menyeberangi sungai dan berhadapan dengan Bahman. Umar mengimbaunya setelah peristiwa jembatan itu untuk tidak menyeberangi sungai sebelum mencapai kemenangan. Oleh karena itu ia membalas seruan Mehran dengan mengatakan agar mereka yang menyeberang. (Baca juga: Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khattab, Jalankan Wasiat Abu Bakar )

Akhirnya, pihak Persia yang menyeberang ke Buwaib dengan mempersiapkan tiga barisan masing-masing dengan seekor gajah.

Musanna pun menyambut mereka dengan kudanya yang diberi nama Syamus, yang dinaikinya hanya untuk berperang. Selesai perang kembali dikandangkan. Kuda itu diberi nama Syamus karena sangat penurut. Dengan kudanya itu Musanna memeriksa barisan demi barisan sambil memberi semangat dan perintah dengan sebaik-baiknya. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Umar bin Khattab Tak Biarkan Agama Lain Tumbuh di Jazirah Arab )

Pada setiap panji ia berhenti sambil berkata: "Saya mengharapkan sekali pasukan kita jangan sampai dihancurkan oleh kita sendiri. Apa yang akan menyenangkan hati saya hari ini berarti juga akan menyenangkan hatimu semua."

Kata-katanya itu disambut baik oleh mereka. Mengingat waktu bulan Ramadhan, ia berseru kepada pasukan Muslimin: "Saudara-saudara. Kalian semua sedang berpuasa, tetapi puasa dapat melemahkan badan kita. Saya berpendapat lebih baik kalian iftar supaya dengan makanan kalian lebih kuat menghadapi musuh.” (Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid )

Memenuhi sarannya itu mereka semua berbuka puasa. Musanna mendengar dengungan suara yang diulang-ulang dari pihak Persia yang makin mendekat. "Yang kalian dengar itu menandakan mereka pengecut. Maka tetaplah kalian diam, dan berbicaralah dengan berbisik."

Mereka memperhatikan apa yang dikatakan Musanna itu. Segala yang diperbuatnya atau dikatakannya yang ditujukan kepada mereka, semua mereka sambut tanpa ada kritik. Malah ia makin dekat di hati mereka. Kata Musanna lagi: "Saya akan bertakbir tiga kali. Maka siap-siaplah kalian, kemudian pada takbir yang keempat serentak seranglah." (Baca juga: Tak Mudah bagi Umar bin Khattab untuk Jalankan Wasiat Khalifah Abu Bakar )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Rekomendasi
Surat Pribadi Tokoh...
Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja
4 Fakta Menarik Partikel...
4 Fakta Menarik Partikel Tuhan, Penemuan Ilmuwan Cern yang Disebut Bisa Memicu Kiamat
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
1 Tahun, 22.000 Tentara...
1 Tahun, 22.000 Tentara Bayaran Wagner Tewas di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved