Adab Hubungan Suami Isteri, Salat Jamaah Dua Rakaat Sebelum Jimak

loading...
Adab Hubungan Suami Isteri, Salat Jamaah Dua Rakaat Sebelum Jimak
Ilustrasi/Ist
PERNIKAHAN merupakan sunnah Nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaannya bagi umat Islam. Salah satu tujuan menikah dalam Islam adalah menghasilkan keturunan yang saleh dan salehah.

Untuk menghasilkan keturunan, sepasang suami istri perlu melakukan hubungan intim. Bagi seorang suami, ada beberapa etika atau adab dalam melakukan hubungan intim, yaitu sebelum berhubungan, saat melakukannya, dan sesudahnya. (Baca juga: Hukum Bercakap-cakap Ketika Melakukan Jimak)

Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani dalam kitab Aadaab Islaamiyyah yang diterjemahkan Zaki Rahmawan dengan judul Adab Harian Muslim Teladan menjelaskan tentang adab hubungan suami istri tersebut.

Syaikh Abdul Hamid menyarankan sebelum jima' masing-masing dari suami dan isteri hendaknya mempercantik diri (berhias) hanya untuk pasangannya. Suami melakukan sunnah-sunnah fithrah, yaitu; khitan, membersihkan bulu kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. (Baca juga: Adab Bersetubuh Menurut Islam Ternyata Tidak Konservatif)

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اَلْفِطْرَةُ خَمْسٌ: اَلْخِتَانُ وَاْلاِسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيْمُ اْلأَظْفَارِ.



“Fitrah itu ada lima; Khitan, membersihkan bulu kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” [Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5891), Muslim (no. 257 (50)), Ibnu Majah (no. 292), at-Tirmidzi (no. 2756), Abu Dawud (no. 4198) dan an-Nasa-i (no. 5043)]

Hal ini berlaku juga untuk seorang isteri, dan tidak membiarkannya lebih dari 40 hari.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:



وُقِّتَ لَنَا فِيْ قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيْمِ اْلأَظْفَارِ وَنَتْفِ اْلإِبْطِ وَخَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَنَاجَيۡتُمۡ فَلَا تَـتَـنَاجَوۡا بِالۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ وَمَعۡصِيَتِ الرَّسُوۡلِ وَتَنَاجَوۡا بِالۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡۤ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

(QS. Al-Mujadilah:9)
cover bottom ayah
preload video