Mengikuti Kebiasaan Salat Malam yang Dilakukan Rasulullah

loading...
Mengikuti Kebiasaan Salat Malam yang Dilakukan Rasulullah
Ilustrasi/Ist
SALAT malam merupakan amalan para nabi. Hal yang sama juga dilakukan para sahabatnya. Sepanjang malam, Nabi Muhammad SAW mendirikan salat malam dan bermunajat kepada Allah hingga kakinya bengkak. (Baca juga: Jalinan Kasih Sayang Suami-Istri: Meneladani Rasulullah)

Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya untuk senantiasa mendirikan salat malam. "Hendaklah kalian menunaikan qiyamul lail, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia juga bisa mendekatkan kalian pada Rabb kalian, pelebur kesalahan, penghalang dari dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh." (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Lalu, bagaimana salat malam yang biasa dilakukan Rasulullah SAW?

عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ رَقَدَ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَاسْتَيْقَظْ فَتَسَوَّكَ وَتَوَضَّأَ وَهُوَ يَقُوْلُ : إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ. فَقرَأَ هَؤَلَآءِ الْآيَاتِ حَتَّى خَتَمَ السُّوْرَةَ، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيْهِمَا الْقِيَامَ وَالرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ، ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَامَ حَتَّى نَفَخَ ، ثُمَّ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سِتَّ رَكَعَاتٍ، كُلَّ ذَلِكَ يَسْتَاكُ وَيَتَوَضَّأُ وَ يَقْرَأُ هَؤُلَآءِ الْآيَاتِ ، ثُمَّ أُوْتَرَ بِثَلَاثٍ، فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَخَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ، وَهُوَ يَقُوْلُ: (( اللهم اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرً،ا اللهم أَعْطِنِيْ نُوْرًا



Dari Abdullah bin Abbas bahwa ia tidur di samping Rasulullah. Kemudian Rasulullah bangun, bersiwak, dan berwudhu, kemudian beliau membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".

Beliau membaca ayat-ayat tersebut hingga akhir surat, kemudian ia bangun melakukan salat 2 (dua) rakaat. Ia berlama-lama berdiri, ruku dan sujud dalam dua rakaat itu. Kemudian beranjak tidur hingga mendengkur. Kemudian melakukan salat lagi 3 ( tiga ) kali, 6 (enam) rakaat. Semua salatnya dengan bersiwak, berwudhu dan membaca ayat-ayat tersebut ( Ali Imran: 190 hingga akhir surat ).

Kemudian salat witir 3 (tiga) rakaat. Begitu muadzin mengumandangkan adzan maka ia pun keluar untuk salat (berjamaah di masjid), seraya mengucapkan (doa): "Ya Allah, jadikan cahaya dalam hatiku, dan pada lisanku, dan jadikan pada pendengaranku cahaya, dan jadikan pada penglihatanku cahaya, dan jadikan cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikan cahaya dari atasku, dan cahaya dari bawahku, Ya Allah berikanlah aku cahaya ". (HR. al-Bukhari ( 6216) dan Muslim ( 191- 763 ). Ini riwayat Muslim)



Baca juga: Kenapa Kita Harus Mencintai Rasulullah? Simak Penjelasan Ustaz Muchlis

Zikir Saat Tahajud
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan,

(QS. Al-'Alaq:1)
cover bottom ayah
preload video