Mengganti Salat Usai Haid, Bagaimana Aturannya?

loading...
Mengganti Salat Usai Haid, Bagaimana Aturannya?
Perempuan haid tak diwajibkan mengganti salat, hanya saja memang ada beberapa model wanita yang haid, dan dia tetap diperintahkan mengganti beberapa salat yang ditinggalkan saat haidnya. Foto ilustrasi/ist
Seorang perempuan yang tengah menstruasi atau haid dilarang atau tidak boleh melaksanakan salat atau puasa. Bila puasa wajib, maka perempuan wajib mengganti atau mengqadha puasanya itu setelah haidnya selesai. Lalu bagaimana dengan ibadah salat, apalah perempuan haid wajib menggantinya juga?

Perempuan haid itu tidak boleh salat, dan keistimewaan lagi mereka tak perlu pula mengqadha (mengganti) salat setelah mereka suci. Hal ini dalam hadis Aisyah radhiyallahu'anha, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Jika datang haid, maka tinggalkanlah salat. Jika haidnya selesai, maka mandilah, bersihkan darahnya lalu salatlah. (HR. Bukhari).

Dan hadis Aisyah, ia berkata: "Kita ketika haid, diperintahkan mengganti puasa tapi tidak diperintahkan mengganti salat. (HR. Muslim).

(Baca juga : Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah)



Maka, perempuan yang haid itu tak diwajibkan mengganti salat yang telah ditinggalkan saat mereka haid. Hanya saja memang ada beberapa model perempuan yang haid, tapi dia tetap diperintahkan mengganti beberapa salat yang ditinggalkan saat haid. Apa saja modelnya dan bagaimana aturan mengqadha salatnya?

Ustadzah Maharati Marfuah Lc, dari rumah fiqih Indonesia menjelaskan, ada beberapa model qadha’ salat bagi perempuan haid. Salat itu adalah sebagai berikut:

(Baca juga :Hadiah Pahala Jariyah dari Anak yang Saleh)



1.Model pertama adalah perempuan yang sudah melewati masuknya waktu salat.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَمِنَ الَّيۡلِ فَاسۡجُدۡ لَهٗ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلًا طَوِيۡلًا
Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

(QS. Al-Insan:26)
cover bottom ayah
preload video