Haruskah Suami Berdandan untuk Istri?

loading...
Haruskah Suami Berdandan untuk Istri?
Bila istri berdandan untuk suami akan menguatkan cinta kasih, maka tatkala suami berdandan buat istrinya tentu akan membuahkan hal yang serupa atau bahkan lebih dari itu. Foto ilustrasi/ist
Berdandan, berhias atau bersolek, merupakan -kata kata yang lekat eksistensinya dengan kaum perempuan. Dalam kehidupan rumah tangga Islam, seorang perempuan khususnya yang sudah berstatus istri, ia wajib bersolek atau berdandan untuk suaminya.

Namun bila kata bersolek disandingkan dengan kaum laki-laki yang sudah berstatus suami khususnya apakah penting kata tersebut dalam hubungan rumah tangga? Adakah simbiosis mutualisme di antara keduanya?. Sejauh mana relasi berdandan dengan kehidupan seorang suami dalam rumah tangganya menurut syariat?

(Baca juga :Memamerkan Kecantikan Bentuk Kemunduran?)

Allah Subhanahu wa ta'ala Maha Adil, dan Dia memerintahkan kepada keadilandalam seluruh urusan. Di antara keadilan yang harus ditunaikan dalam rangka menggapai takwa adalah adil dalam hak dan kewajiban antara pasutri. Tentang keadilan dalam rumah tangga ini, Ustadz Abu Ammar Al-Ghoyami, pengasuh pondok pesantren Salman al-Farisi Kediri – Jawa Timur, menjelaskannya, yang harus diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada hak suami yang harus ditunaikan istri melainkan telah diseimbangkan dengan kewajiban istri itu sendiri. Sebagaimana tidak ada hak istri yang harus ditunaikan suami melainkan juga telah diseimbangkan dengan kewajiban suami.



Artinya kapan suami memiliki hak atas istri maka pada saat yang sama istri pun memiliki hak atas suaminya dalam keadaan yang seimbang. Yang demikian itu karena pasutri butuh keharmonisan dalam menjalani kehidupan berumah tangga untuk menggapai takwa.

(Baca juga :Hati-hati, Tanpa Izin Suami Amalan Sunnah Bisa Menjadi Dosa)

Dalam Al-Qur'an Allah Ta'ala menyebutkan keseimbangan antara hak dan kewajiban pasutri dalam firman-Nya:



وَٱلْمُطَلَّقَٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَٰثَةَ قُرُوٓءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِىٓ أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِى ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوٓا۟ إِصْلَٰحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ ٱلَّذِى عَلَيْهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَاتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اٰلِهَةً لَّا يَخۡلُقُوۡنَ شَيۡـًٔـا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَ وَلَا يَمۡلِكُوۡنَ لِاَنۡفُسِهِمۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا وَّلَا يَمۡلِكُوۡنَ مَوۡتًا وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوۡرًا‏
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal mereka tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan oleh manusia, dan tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat mendatangkan manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak pula membangkitkan.

(QS. Al-Furqan:3)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video