Hukum Fidyah dan Qadha Salat-Puasa Bagi Orang yang Meninggal

loading...
Hukum Fidyah dan Qadha Salat-Puasa Bagi Orang yang Meninggal
Dalam Mazhab Syafii, jika seseorang semasa hidupnya pernah meninggalkan salat atau puasa wajib, apakah sebab kesibukan atau sebagainya, maka dianjurkan untuk mengqadhanya. Foto/Ist
Ibadah salatdan puasa merupakan perkara wajib yang tidak boleh diremehkan. Ketika seseorang semasa hidupnya pernah meninggalkan salat atau puasa wajib, apakah sebab kesibukan atau sebagainya, maka dianjurkan untuk mengqadhanya (menggantinya).

Apabila sampai akhir hayatnya (wafat), salat atau puasa wajibnya itu belum selesai ia qadha semuanya, maka kerabatnya harus mengqadhanya atau berinisiatif membayar fidyah salat atau puasa wajib si mayit tersebut. (Baca Juga: 5 Syarat Sahnya Salat Menurut Mazhab Syafi'i)

Lantas, apakah hukum membayar fidyah salat atau puasa bagi orang yang telah meninggal? Berikut jawabannya:

Dalam Mazhab Syafi'i, ada tiga pendapat mengenai hukum qadha salat atau puasa seseorang. Bagi yang mampu mengqadhanya semasa hidupnya, akan tetapi belum ia qadha sampai akhir hayatnya, maka ada tiga pendapat, yaitu:



1. Kerabatnya tidak mengqadhanya dan tidak membayar fidyahnya.
2) Diqadha kerabatnya atau orang lain yang diizinkan kerabat atau yang diwasiatkan si mayit.
3) Membayar satu mud dari kebiasaan makanan pokok di daerah itu kepada orang miskin untuk satu salat atau satu puasa wajib yang ditinggal.

Imam Nawawi berkata: Pendapat yang benar lagi dipilih adalah sunah hukumnya bagi kerabat atau orang lain yang diizinkan kerabat atau yang diwasiatkan si mayit mengqadha salat atau puasa si mayit tersebut. Ini berdasarkan hadis:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ



"Siapa yang meninggal, sedangkan ia masih mempunyai qadhaanpuasa yang belum diqadha (diganti), maka walinya yang melaksanakannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَنَاجَيۡتُمۡ فَلَا تَـتَـنَاجَوۡا بِالۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ وَمَعۡصِيَتِ الرَّسُوۡلِ وَتَنَاجَوۡا بِالۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡۤ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

(QS. Al-Mujadilah:9)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video