Ummu Salamah, Pemilik Saran dan Ide Dakwah yang Cerdas
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Tidak lama, keluarga bani Mughirah membolehkan Ummu Salamah menyusul suaminya di Madinah. Keluarga bani Asad juga mengembalikan puteranya. Dengan menunggang unta dan hanya disertai puteranya yang masih kecil, Umm Salamah bertekad menyusul kekasihnya di Madinah. Berbekal tawakkal pada Allah mukminah ini mengarungi perjalanannya.
(Baca juga : Umrah Dibuka Mulai Senin, Pemerintah RI Tunggu Informasi Resmi dari Saudi )
Di tengah jalan, beliau bertemu dengan Utsman bin Thalhah yang membantu perjalanannya hingga nantinya bertemu dengan suami tercinta. Pertemuan itu membuat Ummu Salamah hidup bahagia dan dapat beribadah dengan tenang, bertakwa serta menggali setiap bentuk kebaikan dari Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam. Seorang ibu yang berusaha mendidik empat anaknya (Salamah, Zainab, Umar, dan Durrah) dengan menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Umm Salamah sangat menyokong suami untuk berjuang di medan jihad. Beliau setia menyembuhkan luka-luka pada badan suaminya seusai peperangan, hingga suatu kali suaminya mengalami cedera yang berat pasca perang Uhud. Terbaring dalam sakarat al maut, terjadilah dialog yang sangat mengharukan.
Ziyad bin Abu Maryam menuturkan, saat itu Ummu Salamah berkata, “Aku mendengar bahwa jika seorang isteri ditinggal mati oleh suaminya, sementara suaminya itu menjadi penghuni syurga, lalu isterinya tidak menikah lagi, maka Allah akan mengumpulkan mereka kembali di dalam syurga. Kerana itu aku bersumpah bahwa engkau tidak akan menikah lagi (seandainya aku yang mati terlebih dahulu) dan aku tidak akan menikah lagi setelah engkau mati.”
Abu Salamah berkata, “Maukah engkau taat kepadaku?”
Ummu Salamah menjawab, “Ya.”
Abu Salamah berkata, “Jika aku mati terlebih dahulu maka menikahlah lagi. Ya Allah, jika aku mati maka berilah Umm Salamah seorang suami yang lebih baik dariku yang tidak akan membuatnya sedih dan tidak akan menyakitinya.”
(Baca juga : Kabar Gembira! Tahun Depan Seleksi CPNS Dibuka Lagi )
Mereka berdua memang pasangan yang romantis. Tidak lama, Abu Salamah pun meninggal dunia. Dan Allah mengabulkan doanya. Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam datang meminang Umm Salamah. Menikah dengan Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam, masuk dalam keluarga nubuwwah yang mulia.
Betapa Allah mengagungkan Ummu Salamah, keagungan yang tiada bandingnya dengan dunia dan seluruh isinya. Ummu Salamah menjadi seorang isteri yang sangat baik. Beliau banyak membantu dakwah Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam dengan ide-ide yang bernas.
Dikisahkan ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah, sebuah perjanjian damai antara kaum muslimin dan musyrikin Mekah. Banyak sahabat yang tidak setuju dan tidak puas dengan keputusan Rasulullah karena sekilas terasa sangat merugikan kaum muslimin dan sebaliknya banyak menguntungkan kaum musyrikin. Setelah selesai penandatanganan, Rasulullah berkata kepada para sahabatnya,
“ Bersiap-siaplah, sembelih binatang korban dan cukurlah rambut kalian.”
(Baca juga : Umrah Dibuka Mulai Senin, Pemerintah RI Tunggu Informasi Resmi dari Saudi )
Di tengah jalan, beliau bertemu dengan Utsman bin Thalhah yang membantu perjalanannya hingga nantinya bertemu dengan suami tercinta. Pertemuan itu membuat Ummu Salamah hidup bahagia dan dapat beribadah dengan tenang, bertakwa serta menggali setiap bentuk kebaikan dari Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam. Seorang ibu yang berusaha mendidik empat anaknya (Salamah, Zainab, Umar, dan Durrah) dengan menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Umm Salamah sangat menyokong suami untuk berjuang di medan jihad. Beliau setia menyembuhkan luka-luka pada badan suaminya seusai peperangan, hingga suatu kali suaminya mengalami cedera yang berat pasca perang Uhud. Terbaring dalam sakarat al maut, terjadilah dialog yang sangat mengharukan.
Ziyad bin Abu Maryam menuturkan, saat itu Ummu Salamah berkata, “Aku mendengar bahwa jika seorang isteri ditinggal mati oleh suaminya, sementara suaminya itu menjadi penghuni syurga, lalu isterinya tidak menikah lagi, maka Allah akan mengumpulkan mereka kembali di dalam syurga. Kerana itu aku bersumpah bahwa engkau tidak akan menikah lagi (seandainya aku yang mati terlebih dahulu) dan aku tidak akan menikah lagi setelah engkau mati.”
Abu Salamah berkata, “Maukah engkau taat kepadaku?”
Ummu Salamah menjawab, “Ya.”
Abu Salamah berkata, “Jika aku mati terlebih dahulu maka menikahlah lagi. Ya Allah, jika aku mati maka berilah Umm Salamah seorang suami yang lebih baik dariku yang tidak akan membuatnya sedih dan tidak akan menyakitinya.”
(Baca juga : Kabar Gembira! Tahun Depan Seleksi CPNS Dibuka Lagi )
Mereka berdua memang pasangan yang romantis. Tidak lama, Abu Salamah pun meninggal dunia. Dan Allah mengabulkan doanya. Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam datang meminang Umm Salamah. Menikah dengan Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam, masuk dalam keluarga nubuwwah yang mulia.
Betapa Allah mengagungkan Ummu Salamah, keagungan yang tiada bandingnya dengan dunia dan seluruh isinya. Ummu Salamah menjadi seorang isteri yang sangat baik. Beliau banyak membantu dakwah Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam dengan ide-ide yang bernas.
Dikisahkan ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah, sebuah perjanjian damai antara kaum muslimin dan musyrikin Mekah. Banyak sahabat yang tidak setuju dan tidak puas dengan keputusan Rasulullah karena sekilas terasa sangat merugikan kaum muslimin dan sebaliknya banyak menguntungkan kaum musyrikin. Setelah selesai penandatanganan, Rasulullah berkata kepada para sahabatnya,
“ Bersiap-siaplah, sembelih binatang korban dan cukurlah rambut kalian.”
Lihat Juga :