Ternyata Orang Eropa Tak Kenal Mandi Kecuali Setelah Dikenalkan Islam
Kamis, 05 November 2020 - 23:05 WIB
loading...
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
A
A
A
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an
Budaya mandi menggunakan sabun dan sikat gigi (siwak) merupakan budaya bersih yang diajarkan Islam. Berkat ajaran Islam inilah orang Eropa baru mengenal budaya mandi.
Dulu, sebelum berjumpa dengan orang Muslim , orang Eropa tak punya budaya mandi. Mandi bagi orang Eropa dulu dianggap tabu, bahkan orang yang mandi dianggap sebagai pertanda telah melakukan perselingkuhan.
Kisah perkenalan orang Eropa dengan kebiasaan mandi secara teratur terjadi ketika pasukan Islam masuk ke wilayah Eropa dari wilayah Spanyol pada abad ke 8 Masehi. Di sanalah mereka berkenalan dan berjumpa dengan orang-orang Muslim yang mereka sebut sebagai orang "Moor" (orang dari Selatan). Sebab kebanyakan pasukan muslim berasal dari kekhalifahan Turki Utsmani. (Baca Juga: Muslim Rusia Terbesar di Eropa )
Kebiasaan orang Muslim mandi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah yang kini familiar dengan 'mandi Turki'. Di ibu kota kekahalifahan Utsmani inilah pertama kali orang mengenal tempat pemandian umum.
Bayangkan jika seseorang tidak mandi selama satu minggu. Orang Eropa mengenal mandi hanya beberapa kali dalam hidupnya. Maka tak heran mereka malu ketika berjumpa dengan orang Muslim . Mereka malu karena orang yang ditemui kala itu selalu tutup hidung karena bau badannya.
Tsar Rusia menggambarkan Raja Prancis, Louis XIV "Baunya lebih kotor daripada bau binatang buas." Dan salah satu pelayan bernama de Montespam membasahi dirinya dalam baskom berisi parfum, sehingga dia tidak akan mencium aroma raja.
Orang Rusia sendiri dijelaskan oleh musafir Ahmed bin Fadlan "Ciptaan Tuhan yang paling kotor yang tidak terhindari air seni atau kotoran" dan Tsar Peter Rusia kencing di dinding istana di hadapan orang-orang."
Ratu Isabella, orang pertama yang membunuh Muslim di Andalusia, hanya mandi dalam hidupnya dua kali! Dan ia menghancurkan pemandian Andalusia.
Raja Philip II dari Spanyol melarang mandi di negaranya, dan putrinya Isabel II bersumpah bahwa dia tidak akan mengganti pakaian dalamnya sampai pengepungan sebuah kota selesai yang berlangsung tiga tahun; dan dia mati karena itu!
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an
Budaya mandi menggunakan sabun dan sikat gigi (siwak) merupakan budaya bersih yang diajarkan Islam. Berkat ajaran Islam inilah orang Eropa baru mengenal budaya mandi.
Dulu, sebelum berjumpa dengan orang Muslim , orang Eropa tak punya budaya mandi. Mandi bagi orang Eropa dulu dianggap tabu, bahkan orang yang mandi dianggap sebagai pertanda telah melakukan perselingkuhan.
Kisah perkenalan orang Eropa dengan kebiasaan mandi secara teratur terjadi ketika pasukan Islam masuk ke wilayah Eropa dari wilayah Spanyol pada abad ke 8 Masehi. Di sanalah mereka berkenalan dan berjumpa dengan orang-orang Muslim yang mereka sebut sebagai orang "Moor" (orang dari Selatan). Sebab kebanyakan pasukan muslim berasal dari kekhalifahan Turki Utsmani. (Baca Juga: Muslim Rusia Terbesar di Eropa )
Kebiasaan orang Muslim mandi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah yang kini familiar dengan 'mandi Turki'. Di ibu kota kekahalifahan Utsmani inilah pertama kali orang mengenal tempat pemandian umum.
Bayangkan jika seseorang tidak mandi selama satu minggu. Orang Eropa mengenal mandi hanya beberapa kali dalam hidupnya. Maka tak heran mereka malu ketika berjumpa dengan orang Muslim . Mereka malu karena orang yang ditemui kala itu selalu tutup hidung karena bau badannya.
Tsar Rusia menggambarkan Raja Prancis, Louis XIV "Baunya lebih kotor daripada bau binatang buas." Dan salah satu pelayan bernama de Montespam membasahi dirinya dalam baskom berisi parfum, sehingga dia tidak akan mencium aroma raja.
Orang Rusia sendiri dijelaskan oleh musafir Ahmed bin Fadlan "Ciptaan Tuhan yang paling kotor yang tidak terhindari air seni atau kotoran" dan Tsar Peter Rusia kencing di dinding istana di hadapan orang-orang."
Ratu Isabella, orang pertama yang membunuh Muslim di Andalusia, hanya mandi dalam hidupnya dua kali! Dan ia menghancurkan pemandian Andalusia.
Raja Philip II dari Spanyol melarang mandi di negaranya, dan putrinya Isabel II bersumpah bahwa dia tidak akan mengganti pakaian dalamnya sampai pengepungan sebuah kota selesai yang berlangsung tiga tahun; dan dia mati karena itu!
Lihat Juga :