Ini Mengapa Rasulullah Memberi Julukan Si Tanah kepada Ali Bin Abi Thalib

Sabtu, 07 November 2020 - 11:59 WIB
loading...
Ini Mengapa Rasulullah...
Kabah. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SAYIDINA Ali bin Abu Thalib memang istimewa. Beliau adalah saudara misan Rasulullah SAW . Al-Hakim dalam buku "Al Mustadrak" mengemukakan bahwa Sayidina Ali lahir pada hari Jum'at, 13 Rajab, 12 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW mendapat risalah. Beliau anak keempat dari pasangan Abu Thalib dan Fatimah. Sebagai catatan nama ibunda Sayidina Ali, sama dengan nama istri beliau, Sayyidah Fatimah putri Rasulullah SAW. (Baca juga: Rampasan Perang Persia dan Nasehat Ali bin Abi Thalib kepada Umar bin Khattab )

"Ya Allah, Ya Tuhanku. Aku bernaung kepada-Mu, kepada utusan-utusan-Mu dan Kitab-kitab yang datang dari-Mu. Aku percaya kepada ucapan datukku Ibrahim , pendiri rumah ini. Maka demi pendiri rumah ini dan demi jabang bayi yang ada di dalam perutku, aku mohon kepada-Mu untuk dimudahkan kelahirannya," doa Fatimah saat hendak melahirkan. Posisi Fatimah kala itu di dalam Ka'bah. Sang suami, Abu Thalib tengah melakukan thawaf.

Beberapa saat seusai berdoa , lahirlah bayi laki-laki dengan selamat. Sepanjang ingatan orang, inilah untuk pertama kali seorang perempuan melahirkan puteranya dalam Ka'bah . Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib RA" menyebut kelahiran bayi ini hanya disaksikan oleh ayah bundanya saja.

Kejadian yang luar biasa ini, beritanya segera tersiar ke berbagai penjuru. Berbondong-bondonglah mereka, terutama keluarga Bani Hasyim, datang ke Ka'bah, guna menyaksikan bayi yang baru lahir. (Baca juga: Konflik Khilafah: Kisah Suram Putra Ketiga Ali bin Abi Thalib )

Di antara yang datang ialah Nabi Muhammad SAW. Beliau menggendong bayi tersebut, kemudian bersama ayah-ibunya pulang ke rumah Abu Thalib.

Meskipun bayi ini merupakan putera keempat, namun oleh ayahnya dipandang sebagai kurnia besar yang dilimpahkan Allah Ta'ala kepada keluarganya. Kegembiraan Abu Thalib ini tercermin dari perintah yang segera dikeluarkan untuk menyelenggarakan pesta walimah.

Guna memeriahkan pesta itu, beberapa ekor ternak dipotong. Pemuka-pemuka Quraisy pun diundang dalam pesta itu. Pada kesempatan itulah Abu Thalib mengumumkan pemberian nama "Ali" kepada puteranya yang baru lahir. "Ali" berarti "luhur". (Baca juga: 5 Karomah Sayyidina Ali bin Abi Thalib )

Haidarah atau Singa
Sesungguhnya, sebelum berlangsung pesta walimah, di mana Abu Thalib mengumumkan nama "Ali" bagi puteranya yang keempat itu, Fatimah telah memberi nama "Haidarah", yang berarti "Singa" bagi buah hatinya itu. Satu nama yang diambil persamaannya dari nama Asad, nama datuknya dari pihak ibu, yang juga berarti " Singa ".

Menurut Al Hamid Al Husaini, sementara orang mengatakan, bahwa yang memberi nama "Haidarah" ialah orang-orang Quraisy. Tetapi sejarah membuktikan, bahwa nama "Haidarah" itu sesungguhnya pemberian ibunya sendiri.

Bukti sejarah ini dapat diketahui dari peristiwa perang tanding, seorang lawan seorang, antara Sayidina Ali melawan Marhaban. Dalam perang-tanding itu Marhaban mengagul-agulkan diri dengan bait syairnya: "Aku inilah yang diberi nama Marhaban oleh ibuku!"

Sayidina Ali segera menukas dan melanjutkan bait syair itu dengan kata-katanya: "Aku inilah yang diberi nama Haidarah oleh ibuku!"

Hanya saja nama yang diberikan ibunya menjadi tenggelam sesudah pengumuman ayahnya dalam pesta walimah, yaitu "Ali". Ia lebih terkenal dengan nama Ali bin Abi Thalib. (Baca juga: Ajaran Menakjubkan Sayidina Ali di Saat Bertempur )

Abu Turap atau Si Tanah
Ketika di bawah asuhan Rasulullah SAW, Sayidina Ali pernah diberi julukan "Abu Turab", yang artinya " Si Tanah ".

Pemberian julukan itu erat kaitannya dengan peristiwa ditemuinya Sayidina Ali di satu hari sedang tidur berbaring di atas tanah. Yang menemuinya Nabi Muhammad SAW sendiri. Beliau menghampirinya dan duduk dekat kepalanya sambil mengusap-usap punggungnya guna membuang debu-tanah.

Kemudian Nabi Muhammad SAW membangunkannya seraya berkata: "Duduklah, engkau hai Abu Turab!"

Nama Abu Turab ini paling disukai oleh Sayidina Ali. Ia sangat bangga bila dipanggil dengan nama itu. Menurut Al Bashri, nama Abu Turab ini di kemudian hari oleh orang-orang Bani Umayyah dijadikan bahan ejekan guna merendahkan martabat Khalifah Ali r.a.

Mereka mengatakan, bahwa pemberian nama Abu Turab oleh Rasulullah SAW merupakan bukti tentang kekurangan dan kelemahan fitrahnya.

Di samping nama-nama tersebut di atas, Sayidina Ali juga terkenal dengan panggilan Abul Hasan. Ini terjadi, setelah kelahiran putera beliau, Al Hasan. Selain dari nama-nama tersebut Sayidina Ali banyak sekali mendapat gelar. (Baca juga: Tasbih Fatimah )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Rahasia Rezeki Menurut...
Rahasia Rezeki Menurut Ali bin Abi Thalib
Beginilah Pesan Khalifah...
Beginilah Pesan Khalifah Ali Bin Abi Thalib Pada Para Pemungut Pajak
Kisah Zubair bin Awwam:...
Kisah Zubair bin Awwam: Hawari Nabi yang Syahid Dibunuh Pengikut Ali
Kisah Hakim Syuraih...
Kisah Hakim Syuraih bin al-Harits Kalahkan Khalifah Ali dalam Kasus Baju Perang
Wasiat Ali bin Abi Thalib...
Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail: Manusia Ada Tiga Macam, Berikut Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Terdorong Gas Langit,...
Terdorong Gas Langit, Bumi Terperangkap di Lingkaran Magnet Raksasa
Alhazen, Fisikawan Muslim...
Alhazen, Fisikawan Muslim Penemu Ilmu Optik yang Spektakuler
Artikel Terkini
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved