Meredam Gelisah Hati

loading...
Meredam Gelisah Hati
Cukuplah kepada Allah SWT kembalinya segala harapan dan segala urusan, karena hanya Dia-lah penguasa segalanya dan penentu segenap kejadian. Foto ilustrasi/ist
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan, tahukah sesuatu yang paling banyak menyita pikiran waktu dan tenaga; yang berakibat mengurangi kemampuan akal dan merusak ibadah? Itulah perasaan cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi, yang berkaitan dengan urusan duniawi. Padahal sudah jelas perasaan cemas apalagi berlarut-larut tidak akan membuahkan penyelesaian, selain hanya membuat hati semakin sengsara dan bertambah menderita.

(Baca juga :Membedakan Jenis Najis dan Cara Membersihkannya)

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini menilai, hidup ini sungguh teramat singkat. Kapan lagi kita akan merasakan kebahagiaan apabila dari hari ke hari yang terkumpul adalah kecemasan dan berujung pada kegelisahan. Yang terjadi justru hilangnya perasaan nikmat dalam menjalani hari-hari kehidupan ini. "Rasa cemas berpangkal pada belum mantapnya keyakinan bahwa segala kejadian yang menimpa mutlak datangnya dari Allah," ungkapnya dalam tulisan tausiyahnya, belum lama ini. Berikut uraiannya:

(Baca juga :Taubatnya Perempuan Pezina)



Allah Ta;ala menegaskan dalam firman-Nya:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. al-Hadid : 22-23).

(Baca juga :Sunnah-sunnah Ketika Makan yang Sering Terlupakan)



Jelaslah sesungguhnya setiap kejadian yang kita alami tidak akan lepas dari ketentuandan izin Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak ada kecemasan dan kegelisahan saat suatu kejadian menimpa jika iman telah kuat. Akan tetapi kebanyakan dari kita ternyata amat sibuk dengan pikiran yang mencemaskan perbuatan-perbuatan makhluk dan mengharapkan datangnya bantuan makhluk. Padahal sudah jelas tidak ada satu pun yang dapat menimpakan bencana atau mendatangkan manfaat selain dengan izin-Nya.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

(QS. Al-Baqarah:153)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video