Canda Ala Sufi: Jumlah Puasa Berdasarkan Jumlah Batu

Senin, 23 November 2020 - 14:43 WIB
loading...
Canda Ala Sufi: Jumlah...
Nashruddin Hoja. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KETIKA bulan Ramadhan tiba, terlintas dalam benak Nashruddin untuk membeli sebuah pot guna menghitung jumlah hari-hari puasa yang telah berlalu; yaitu meletakkan satu batu ke dalam pot setiap harinya, sehingga tidak salah dalam menghitung jumlah hari dan tidak bergantung pada hitungan orang lain. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Manisan dan Pukulan )

Tidak lama kemudian, anak perempuannya yang masih kecil melihat perbuatan yang biasa dilakukan ayahnya itu. Dia lalu berusaha meniru sang ayah guna meringankan beban pekerjaan ayahnya itu. Karenanya, dia pun memasukkan batu ke dalam pot tersebut sebanyak-banyaknya hingga penuh.

Beberapa saat kemudian, orang-orang yang lewat di depan rumah Nashruddin menanyakan padanya; berapa lama sudah mereka berpuasa.

Nashruddin pun berkata kepada mereka, "Tunggu sebentar, akan kutunjukkan pada kalian jawaban yang benar."

Tergopoh-gopoh, Nashruddin masuk ke rumahnya dan membongkar pot itu serta menghitung jumlah batu yang ada di dalamnya. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Aku Sendiri Sedang Memikirkan Itu )

Ternyata, jumlahnya bertambah hingga 120 batu. Dia berkata dalam hati, "Bila kukatakan dengan jujur jumlah batu yang ada dalam pot ini kepada mereka, tentu mereka akan menyangkaku bodoh. Aku harus membaginya menjadi dua!"

Kemudian, Nashruddin keluar menemui mereka dan berkata, "Ini adalah hari ke-60 bulan Ramadhan...."

Mereka pun tertawa seraya berkata, "Mungkinkah jumlah hari bulan Ramadhan bertambah?"

Nashruddin pun berkata, "Celaka kalian! Aku telah bantu kalian, namun kalian menghinaku. Andai kukatakan jumlah sebenarnya menurut hitungan batu yang ada dalam pot itu, maka hari ini adalah hari yang ke-120 bulan Ramadhan. Karena itu, terimalah dengan puas jawaban yang kusampaikan pada kalian; itulah yg terbaik bagi kalian." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Kamar Mandi di Atas Menara )

Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Mengapa Laut Mediterania...
Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Panas Ekstrem Terus...
Panas Ekstrem Terus Berlanjut, Krisis Air Mengancam Separuh Hasil Pertanian di Dunia
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Hukum Puasa Ramadan...
Hukum Puasa Ramadan Bagi Wanita Hamil Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved