Mu'adzah binti Abdillah, Perempuan yang Selalu Menghidupkan Salat Malam

Selasa, 24 November 2020 - 18:31 WIB
loading...
A A A
(Baca juga : Trump Menolak Menyerah Meski Proses Transisi Sudah Dimulai )

Di samping dikenal sebagai ahli ibadah, Mu'adzah juga dikenal sebagai seorang perempuan ahli fiqih dan alim. Yahya bin Ma’in mengomentari tentang dirinya, ” Mu'adzah seorang yang tsiqah dan menjadi hujjah.” Ibnu Hibban juga memasukannya dalam jajaran perawi tsiqah juga memberikan pujian kepadanya.

Pada tahun 62 H, suami dan anaknya menemui syahid di Sajistan. Saat berita sampai padanya, ia tak menampar muka atau merobek pakaian, tetapi sabar dan mengembalikannya kepada Allah. Banyak perempuan berkumpul di rumahnya untuk menyampaikan belasungkawa. Namun, Mu'adzah berkata kepada mereka,”Selamat datang kepada kalian jika kalian datang untuk menyampaikan ucapan selamat. Namun jika kalian datang bukan untuk tujuan tersebut, pulanglah.”

Para perempuan itu terkagum dengan kesabaran Mu'adzah. Mereka keluar dengan membicarakan kesabaran yang telah Allah berikan padanya. Peristiwa ini semakin menambah kedudukannya dan posisinya di mata mereka.

(Baca juga : Ibra Ngamuk Wajah dan Namanya Dipakai Game FIFA 21 tanpa Izin! )

Ummu al-Aswad binti Zaid al-Adawiyyah yang pernah disusui olehnya berkata,”Mu'adzah berkata kepadaku saat Abu ash-Shahba dan anaknya terbunuh,”Demi Allah, wahai putriku!Tidaklah kecintaanku untuk tetap tinggal di dunia untuk kesenangan hidup dan ketenangan jiwa. Tapi sungguh saya tidak suka tetap tinggal kecuali untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai cara. Semoga Allah mengumpulkan antara diriku dengan Abu ash-Shahba beserta anaknya di surga.

Mu'adzah mewujudkan perkataan ini dalam perbuatan. Tak ada malam yang ia lewati kecuali senantiasa berdoa kepada Tuhannya dengan perasaan takut dan berharap bertemu denganNya serta berangan-angan mendapatkan rahmatNya. Sejak suaminya syahid, ia tak lagi bersandar di kasur tidurnya hingga meninggal, karena khawatir merasakan kelembutan kasur hingga lupa dengan apa yang ia janjikan kepada Allah untuk senantiasa berdoa.

Dalam kitab Tahdzib at-Tahdzib, Ibnu hajar menuturkan kehormatan tertinggi bagi Mu'adzah yang menunjukan kedudukannya dalam ibadah. Ada seorang warga Bashrah mengatakan,”Saya mendatangi Mu'adzah, lalu Muadzah berkata,” Saya mengeluhkan perutku.”Ia telah memberikan resepnya dengan tuak guci. Maka, saya berikan kepadanya secangkir tuak itu dan saya letakkan, maka Mu'adzah berkata,’Ya Allah, seandainya Engkau mengetahu bahwa Aisyah memberikan hadis padaku, sesungguhnya Nabi SAW, melarang tuak guci maka cukupkanlah diriku dengan apa yang Engkau kehendaki.”

Ia menceritakan,”Maka cangkir itu dibalik dan menumpahkan tuak yang ada didalamnya. Lalu Allah menghilangkan rasa sakit diperutnya.

(Baca juga : Raffi Ahmad Kaget Wajah Ayahnya Juga Mirip Ayah Dimas Ramadhan, sang Kembaran )

Sepeninggal suaminya, Muadzah masih hidup lebih 20 tahun. Setiap hari yang ia lewati, senantiasa ia siapkan untuk bertemu dengan Allah SWT. Ia berharap dapat berkumpul kembali dengan suami dan anaknya dalam naungan kasih sayangNya.

Dikisahkan saat menjelang ajalnya, Muadzah menangis kemudian tertawa. Lalu ia ditanya,” Apa alasan untuk menangis dan apa alasan untuk tertawa?”

Ia menjawab,”Adapun tangisanku yang kalian lihat karena saya mengingat perpisahan dengan aktivitas puasa, salat dan zikir. Itulah tangisan tadi. Adapun senyuman dan tawa, karena saya melihat Abu ash-Shahba telah menyambutku di beranda rumah dengan dua kalung berwarna hijau. Dan ia bersama dalam rombongan. Sungguh saya tidak melihat mereka mempunyai kalung yang menyamainya. Maka saya tertawa.”

Itulah firasatnya. Ia wafat sebelum masuk waktu salat, pada tahun 83 H. Usai sudah lembaran hidup perempuan yang saleha dan rajin beribadah ini. Namun sejarah terus menebar keutamaannya agar menjadi teladan bagi para perempuan.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Belajar Cara Mengingat...
Belajar Cara Mengingat Kematian dari Sosok Hafshah binti Sirin
Kisah Tabiin Ar-Rabi...
Kisah Tabi'in Ar-Rabi bin Khutsaim dan Nasihatnya yang Menyentuh Hati
Profil dan Biografi...
Profil dan Biografi Uwais Al Qarni, Tabi’in Terbaik yang Pernah Ada
Kisah Said bin Musayyib...
Kisah Sa'id bin Musayyib Melarang Salat setelah Fajar Lebih dari 2 Rakaat
Belajar Mengingat Kematian...
Belajar Mengingat Kematian dari Hafshah binti Sirin
Kisah Muhammad Al-Hanafiyah,...
Kisah Muhammad Al-Hanafiyah, Putra Ali Bin Abu Thalib yang Jago Berkelahi
Rekomendasi
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Salju Menyelimuti Pegunungan...
Salju Menyelimuti Pegunungan Al-Lawz di Arab Saudi
Topeng dari Giok Berusia...
Topeng dari Giok Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Piramida Maya
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved