Mengenal Sifat Allah sebagai al-Mujib

loading...
Mengenal Sifat Allah sebagai al-Mujib
Pemahaman akan asma Allah al-Mujib akan membawa kita pada pemahaman bahwa tidaklah kita memohon kepada-Nya kecuali dia akan mengabulkan. Foto ilustrasi/ist
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menuturkan tentang salah satu sifat Allah Subhanahu wa ta'ala yakni Al-Mujib. Berikut uraian tausiyahnya di laman instagram, baru-baru ini tentang sifat Allah tersebut:

“Sesungguhnya Allah itu Maha Pemalu lagi Mahamulia. Dia malu apabila ada seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya sambil memandang kepada-Nya, ia mengembalikannya dengan tangan hampa (Allah malu apabila tidak memberikan apa yang diminta hamba-Nya).” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah).

(Baca juga : Sebaik-baiknya Pernikahan yang Paling Baik )

Apabila kita mengenal Allah dengan baik, kita pasti tidak akan protes kepada-Nya atas apa pun yang telah ditetapkan untuk kita. Karena Allah Ta’ala adalah pencipta kita, Allah yang memiliki diri kita, dan Allah Mahatahu segala permasalahan dan keperluan kita.



Tanpa kita jelaskan kepada Allah, sesungguhnya Ia sudah mengetahui setiap persoalan dan kebutuhan kita. Karena permasalahan kita pun tidak akan ada kecuali hanya jika Ia mengizinkan.

(Baca juga : Ada Keutamaan Bila Menutupi Aib Orang Lain )

Kita lapar, Allah yang menciptakan lapar. Dan pada saat yang sama, Allah Ta’ala telah menciptakan rezeki berupa makanan. Kita tidak mengerti mengapa kita harus merasakan haus. Namun, Allah menciptakan hal itu dan sekaligus menciptakan air untuk memenuhinya.

Allah menciptakan tubuh kita ini dengan 70% lebih terdiri dari air. Dan Allah pun tahu kita tidak akan bisa bertahan lama jika hidup tanpa air. Memang ada kalanya Allah mengizinkan tidak ada air untuk beberapa saat hingga kita bisa bersabar dan memetik hikmah di balik ketiadaan air tersebut.

(Baca juga : Syarat dan Adab Berzikir yang Sering Terlewatkan )
halaman ke-1
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video