Kisah Mengharukan, Begini Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (3)

Sabtu, 12 Desember 2020 - 07:30 WIB
loading...
Kisah Mengharukan, Begini...
Ucapan para khalifah dan orang-orang saleh terdahulu menjelang ajalnya layak dijadikan iktibar (pelajaran) dan hikmah bagi kita. Foto ilustrasi/dok carousell
A A A
Menjelang kematiannya, Khalifah Harun Al-Rasyid (Bani Abbasiyyah) tampak sedang memilih kain kafannya sendiri. Dan setelah mengamat-amatinya ia lalu membaca ayat: "Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku."

Pada suatu hari Khalifah Al-Makmun menaburkan abu ke tanah lalu ia berbaring di atasnya seraya berkata, "Wahai Pemilik kerajaan yang abadi, tolong kasihanilah pemilik kerajaan yang sementara ini."

Menjelang ajalnya, Khalifah Al-Mu'tashim berkata, "Seandainya aku tahu kalau usiaku sesingkat ini, tentu aku tidak mau menjadi seorang khalifah."

[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)]

Khalifah Al-Muntashir merasa gelisah ketika ajalnya sudah kian dekat. Seseorang berusaha menghiburnya, "Jangan khawatir, wahai Amirul Mukminin." Tapi sang khalifah menjawab, "Masalahnya adalah, dunia akan segera berlalu dan akhirat akan tiba."

Menjelang ajalnya, Gubernur Amr ibnul-'Ash memandang beberapa buah peti, lalu berkata kepada putra-putranya, "Siapa di antara kalian yang mau membawa pergi peti-peti ini berikut isinya? Aduh, seandainya peti-peti ini berisi kotoran sapi."

Ketika akan meninggal dunia, Al-Hajjaj berdoa: "Ya Allah, ampunilah aku. Sesungguhnya semua orang berkata bahwa Engkau tidak akan mengampuniku." Umar bin Abdul Aziz merasa kagum dan tertarik mendengar kata-kata itu. Ketika hal itu ia ceritakan kepada Hasan Al-Bashri, ia bertanya, "Benarkah ia mengucapkan kata-kata itu?" Umar menjawab, "Benar!" Al-Hasan berkata, "Mudah-mudahan Allah mengampuninya."

Saat menjelang ajalnya, Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata, "Ya Allah, dahulu aku takut kepada-Mu, tetapi sekarang aku hanya berharap kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku belum pernah jatuh cinta kepada dunia ini atau ingin hidup kekal di dalamnya hanya karena mengalirnya sungai-sungai, atau indahnya pepohonan. Tetapi aku masih ingin menahan haus di tengah hari yang terik, bergelut dengan waktu, dan berkumpul dengan para ulama seraya duduk bersila di dalam majelis zikir."

Ketika sakaratul maut memuncak, ia membuka kelopak matanya setiap kali siuman dari pingsannya dan berkata, "Ya Allah, cabutlah nyawaku dengan cara apa pun yang Engkau kehendaki. Dan demi segenap kemuliaan-Mu, Engkau tahu bahwa hatiku mencintai-Mu."

(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)

Pada saat-saat kematian menghampiri Salman Al-Farisi , beliau menangis. Seseorang bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Salman menjawab, "Aku menangis bukan karena rasa berat hati meninggalkan dunia ini. Sebab, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa Aalihi wa shahbihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita bahwa bekal kita dari dunia ini harus cuma sekadar bekal seorang pengembara." Sepeninggal Salman, harta yang ditinggalkannya dihitung, dan ternyata jumlahnya hanya sepuluh dirham lebih sedikit saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Golongan Ini Mendapatkan...
5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Ajal dan Kematian, Kaum Muslim Wajib Tahu
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran Tentang Kematian, Simak di Sini!
6 Faedah dan Keutamaan...
6 Faedah dan Keutamaan Mengingat Kematian, Kaum Muslim Wajib Tahu!
10 Sebab Kematian Husnul...
10 Sebab Kematian Husnul Khatimah, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Mitos Gagak si Burung...
Mitos Gagak si Burung Kematian, Bagaimana Menurut Islam?
Rekomendasi
Arkeolog Ungkap Rahasia...
Arkeolog Ungkap Rahasia yang Terkubur di Pegunungan Rocky selama 6.000 Tahun
Ironi Para Ilmuwan Hebat...
Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel
Indonesia Akan Kehilangan...
Indonesia Akan Kehilangan Warisan Alam Bagian Terpenting Bumi
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved