Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (Bagian 5)
Senin, 14 Desember 2020 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Ja'far bin Nushair bertanya kepada Bakrin ad-Dainuri, pelayan Asy-Syibli, "Apa yang kamu tahu tentang dia?" Ia menjawab, "Beliau punya uang satu Dirham yang didapat dengan cara menzalimi orang lain. Meskipun kemudian beliau berderma sebanyak ribuan dirham kepada orang itu sebagai penggantinya, namun hati beliau tetap merasa tidak bisa tenang.
Kemudian beliau memintaku membantunya berwudhu karena akan shalat. Aku layani permintaanya itu. Tetapi aku lupa menyela-nyelakan jariku ke janggutnya. Dan karena sudah tidak bisa berbicara, ia memegang tanganku dan memasukkannya ke dalam janggutnya. Setelah itu ia meninggal dunia ."
Mendengar cerita itu, Ja'far menangis dan berkata, "Apa komentar kalian tentang orang yang pada saat terakhir hidupnya masih begitu setia mengamalkan syariat seperti itu?"
Ketika Basyar bin al-Harits sudah dalam keadaan kritis, seorang temannya berkata, "Tampaknya engkau masih ingin hidup?"
Ia menjawab, "Benar. Datang kepada Allah memang sangat berat."
Shalih bin Mismar ditanya, "Apakah engkau tidak berpesan untuk menitipkan putera dan keluargamu?" Ia menjawab, "Aku malu berpesan menitipkan mereka kepada siapa pun selain Allah."
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
Kemudian beliau memintaku membantunya berwudhu karena akan shalat. Aku layani permintaanya itu. Tetapi aku lupa menyela-nyelakan jariku ke janggutnya. Dan karena sudah tidak bisa berbicara, ia memegang tanganku dan memasukkannya ke dalam janggutnya. Setelah itu ia meninggal dunia ."
Mendengar cerita itu, Ja'far menangis dan berkata, "Apa komentar kalian tentang orang yang pada saat terakhir hidupnya masih begitu setia mengamalkan syariat seperti itu?"
Ketika Basyar bin al-Harits sudah dalam keadaan kritis, seorang temannya berkata, "Tampaknya engkau masih ingin hidup?"
Ia menjawab, "Benar. Datang kepada Allah memang sangat berat."
Shalih bin Mismar ditanya, "Apakah engkau tidak berpesan untuk menitipkan putera dan keluargamu?" Ia menjawab, "Aku malu berpesan menitipkan mereka kepada siapa pun selain Allah."
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
(rhs)
Lihat Juga :