Cerita Ajaran: Orang Paling Bahagia di Dunia
Minggu, 20 Desember 2020 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
"Apakah Anda gusar, sehingga Anda tertawa pada permintaan serius ini?"
"Barangkali," kata orang tersebut, "Tetapi jika engkau sedikit lebih memperhatikan, engkau akan melihat, bahwa aku tidak memiliki baju."
"Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang?"
"Engkau akan sembuh sekarang. Berjuang untuk sesuatu yang tidak dapat dicapai, namun pengalaman membuktikan, bahwa itu dapat dicapai atas apa yang dibutuhkan; sebagaimana jika seorang mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk melompati sebuah sungai, seolah (sungai tersebut) lebih lebar daripada yang sebenarnya. Dia akan dapat mencapai seberang sungai."
Baca juga: Cerita Ajaran: Musa dan Penggembala
Orang yang paling bahagia di dunia tersebut kemudian menyibakkan surban yang ujungnya menutupi wajahnya. Orang yang gelisah tadi melihat bahwa ia (orang yang paling bahagia tersebut) tidak lain adalah guru agung yang semula telah menasihatinya.
"Tetapi mengapa tidak Anda katakan kepadaku semuanya ini bertahun-tahun lalu, ketika aku datang menemui Anda?" tanyanya dengan penuh teka-teki.
"Karena engkau belum siap untuk memahami. Engkau butuh pengalaman-pengalaman tertentu, dan itu harus diberikan padamu dalam satu cara yang mana akan menjamin bahwa engkau melewatinya."
===
Dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
"Barangkali," kata orang tersebut, "Tetapi jika engkau sedikit lebih memperhatikan, engkau akan melihat, bahwa aku tidak memiliki baju."
"Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang?"
"Engkau akan sembuh sekarang. Berjuang untuk sesuatu yang tidak dapat dicapai, namun pengalaman membuktikan, bahwa itu dapat dicapai atas apa yang dibutuhkan; sebagaimana jika seorang mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk melompati sebuah sungai, seolah (sungai tersebut) lebih lebar daripada yang sebenarnya. Dia akan dapat mencapai seberang sungai."
Baca juga: Cerita Ajaran: Musa dan Penggembala
Orang yang paling bahagia di dunia tersebut kemudian menyibakkan surban yang ujungnya menutupi wajahnya. Orang yang gelisah tadi melihat bahwa ia (orang yang paling bahagia tersebut) tidak lain adalah guru agung yang semula telah menasihatinya.
"Tetapi mengapa tidak Anda katakan kepadaku semuanya ini bertahun-tahun lalu, ketika aku datang menemui Anda?" tanyanya dengan penuh teka-teki.
"Karena engkau belum siap untuk memahami. Engkau butuh pengalaman-pengalaman tertentu, dan itu harus diberikan padamu dalam satu cara yang mana akan menjamin bahwa engkau melewatinya."
===
Dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
(mhy)
Lihat Juga :