Yakinlah Bahwa Sesudah Kesulitan Selalu Ada Kemudahan
Kamis, 21 Januari 2021 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).
Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny dalam kitabnya yang sudah diterjemahkan 'Kitab Demi Masa! Beginilah Waktu Mengajari Kita,' yang diterbitkan Cakrawala Publishing, menjelaskan beberapa kisah singkat yang tidak populer, namun syarat makna 'dibalik kesulitan akan selalu datang kemudahan' ini.Berikut di antaranya:
Baca juga: Mengucapkan Salam yang Tepat dan Ganjaran Pahalanya
1. Seorang lelaki nyaris binasa bersama keluarganya karena dilanda kelaparan yang melilit. Lantas ada orang yang memberi hadiah kepadanya berupa ikan yang sudah busuk. Setelah membelah perut ikan, ternyata dia menemukan mutiara yang sangat mahal. Dia pun menjualnya dengan harga ribuan dinar. Karena itulah dia menjadi orang kaya.
2. Seorang yang shalih memberitahukan kepada saya, bahwasanya dia bermalam bersama anak-anaknya yang masih kecil dalam keadaan sangat lapar. Pada pagi harinya, dia pergi ke pasar tanpa membawa uang satu riyal pun. Lantas ada orang yang memanggilnya, padahal orang itu tidak mengenalnya. Ternyata orang itu memberikan uang tiga ratus riyal kepadanya. Saat itu harga nilai tukar riyal sangat tinggi. Dia pun langsung membeli barang-barang yang diperlukannya berupa makanan, pakaian, dan buah-buahan.
Baca juga: Aktivitas Gunung Api Meningkat, Waspadai Letusan Gunung Anak Krakatau
3. Seorang lelaki membeli beberapa burung betet di Baghdad seharga empat ratus dirham. Tak lama kemudian burung-burung betet yang dimilikinya itu mati dan tidak tersisa kecuali hanya satu burung. Dia mengalami kerugian hingga barang-barang yang dimilikinya pun turut ludes. Lantas dia berdoa kepada Tuhannya dan pergi ke pasar dengan membawa satu burung yang masih tersisa itu. Ternyata seorang menteri berkenan membeli burungnya seharga seribu dirham. Dia pun kembali menjadi kaya.
4. Seorang dai terkenal beserta keluarganya singgah di suatu lembah di Yaman. Tak lama kemudian air terputus dari mereka. Dia dan juga anak-anaknya yang masih kecil nyaris binasa. Dia pun mengerjakan shalat, berdoa dan menangis. Saat itu juga hujan turun mengguyur mereka hingga airnya memenuhi lembah.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).
Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny dalam kitabnya yang sudah diterjemahkan 'Kitab Demi Masa! Beginilah Waktu Mengajari Kita,' yang diterbitkan Cakrawala Publishing, menjelaskan beberapa kisah singkat yang tidak populer, namun syarat makna 'dibalik kesulitan akan selalu datang kemudahan' ini.Berikut di antaranya:
Baca juga: Mengucapkan Salam yang Tepat dan Ganjaran Pahalanya
1. Seorang lelaki nyaris binasa bersama keluarganya karena dilanda kelaparan yang melilit. Lantas ada orang yang memberi hadiah kepadanya berupa ikan yang sudah busuk. Setelah membelah perut ikan, ternyata dia menemukan mutiara yang sangat mahal. Dia pun menjualnya dengan harga ribuan dinar. Karena itulah dia menjadi orang kaya.
2. Seorang yang shalih memberitahukan kepada saya, bahwasanya dia bermalam bersama anak-anaknya yang masih kecil dalam keadaan sangat lapar. Pada pagi harinya, dia pergi ke pasar tanpa membawa uang satu riyal pun. Lantas ada orang yang memanggilnya, padahal orang itu tidak mengenalnya. Ternyata orang itu memberikan uang tiga ratus riyal kepadanya. Saat itu harga nilai tukar riyal sangat tinggi. Dia pun langsung membeli barang-barang yang diperlukannya berupa makanan, pakaian, dan buah-buahan.
Baca juga: Aktivitas Gunung Api Meningkat, Waspadai Letusan Gunung Anak Krakatau
3. Seorang lelaki membeli beberapa burung betet di Baghdad seharga empat ratus dirham. Tak lama kemudian burung-burung betet yang dimilikinya itu mati dan tidak tersisa kecuali hanya satu burung. Dia mengalami kerugian hingga barang-barang yang dimilikinya pun turut ludes. Lantas dia berdoa kepada Tuhannya dan pergi ke pasar dengan membawa satu burung yang masih tersisa itu. Ternyata seorang menteri berkenan membeli burungnya seharga seribu dirham. Dia pun kembali menjadi kaya.
4. Seorang dai terkenal beserta keluarganya singgah di suatu lembah di Yaman. Tak lama kemudian air terputus dari mereka. Dia dan juga anak-anaknya yang masih kecil nyaris binasa. Dia pun mengerjakan shalat, berdoa dan menangis. Saat itu juga hujan turun mengguyur mereka hingga airnya memenuhi lembah.
Lihat Juga :