Canda Ala Sufi: Burung Bulbul, Tukang Cukur, dan Sang Anak

loading...
Canda Ala Sufi: Burung Bulbul, Tukang Cukur, dan Sang Anak
Ilustrasi/Ist
Berikut Canda Ala Sufi terjemahan Muhdor Assegaf dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra.

Baca juga
: Canda Ala Sufi: Ongkos Hari Ini untuk Kemarin, Kemarin untuk Hari Ini

Seekor Burung Bulbul

Suatu hari, Nashruddin masuk ke sebuah kebun, lalu naik ke sebuah pohon yang lebat buahnya. Setelah di atas, dia memetik buah itu dan memakannya. Tak lama kemudian, pemilik kebun itu datang dan melihat Nashruddin, lalu berteriak dan berkata, "Apa yang sedang kau lakukan di situ?"

Nashruddin menjawab, "Aku adalah seekor burung bulbul."



Lalu si pemilik kebun kembali berkata, "Berkicaulah, agar aku dapat mendengarkannya."

Maka Nashruddin pun berkicau dan menirukan suara burung bulbul. Mendengar suara Nashruddin itu, pemilik kebun tertawa dan bertanya, "Begitukah burung bulbul berkicau?"

Nashruddin menjawab, "Burung bulbul tak pernah berkicau lebih baik dari apa yang pernah kuperdengarkan..."

Baca juga: Canda Ala Sufi: Buah Pala untuk Bayi dan Dua Pintu Rumah

Bagian Lain Kutanami Pohon Jerami
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا يَذۡكُرُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡ يَّشَآءَ اللّٰهُ‌ ؕ هُوَ اَهۡلُ التَّقۡوٰى وَاَهۡلُ الۡمَغۡفِرَةِ
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.

(QS. Al-Muddassir:56)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video