Rezeki Terasa Sempit? Bisa Jadi 5 Perkara Ini Penyebabnya

loading...
Rezeki Terasa Sempit? Bisa Jadi 5 Perkara Ini Penyebabnya
Turunnya rezeki bisa dipengaruhi oleh dosa besar atau kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, karena itu kita harus intropeksi diri bila ternyata rezeki kita sempit. Foto ilustrasi/ist
Semua orang pasti meminta untuk dilapangkan rezeki oleh Allah Subhanhu wa ta'ala. Namun, seringkali kita merasa bahwa rezeki kita selalu susah, seret dan terasa sempit . Sebaliknya, teman di sebelah ada saja rezeki yang dia dapat dan bahkan selalu bertambah rezekinya.

Apakah rezeki kita tertahan? Apa sebabnya? Rezeki manusia sudah ditetapkan Allah sejak dalam kandungan tepatnya pada usia kandungan 4 bulan. Rezeki ditetapkan bersama dengan penetapan ajal, amalnya, dan kecelakaannya maupun kebahagiaanya.

Baca juga: Larangan Memotong Rambut dan Kuku Saat Haid, Benarkah?

Jika perhatikan kehidupan manusia di dunia, ada yang memiliki rezeki yang sangat lancar sehingga memiliki harta dan kekayaan yang melimpah, saat ini disebut dengan tajir melintir. Namun ada juga yang rezekinya seperti terlihat sangat sempit, dari saking sempitnya sampai tidak mampu untuk mencukupi kehidupannya sehari hari.

Kerja keras bukanlah indikator lancar dan tidaknya rezeki, seandaiknya kerja keras yang menjadi indikator lancarnya rezeki tentulah yang paling bekerja keraslah yang paling kaya seperti pekerja bangunan, kuli panggul dan sebagainnya.



Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari Agar Khusyuk Saat Sholat

Namun apa kenyataannya? kenapa orang yang kerjanya hanya duduk saja, terkadang banyak santai dirumah, tapi kekayaannya luar biasa? Nah, ini membuktikan kalau lancar dan tidaknya itu Allahlah yang mengatur. Allah lebih tahu mana yang terbaik buat hambanya, jangan kira saat ini rezeki kita masih sempit lalu Allah tidak sayang. Justru sebaliknya, Allah sayang terhadap kita, Allah lebih tahu terhadap apa yang terjadi dengan kita jika diberi kekayaan. lebih baik berbaik sangka kepada Allah.

Nah muslimah, tanpa kita sadari, mungkin kita pula yang menjadi penyebab terhalangnya pintu rezeki tersebut. Karena sejatinya segala kesulitan merupakan buah dari perbuatan kita sendiri. Karena itu, sebagai manusia kita harus intropeksi terhadap perilaku dan perbuatan diri kita sendiri. Apakah perilaku kita sudah sesuai dengan tuntunan dari Allah? Apakah perilaku kita melanggar aturan-aturan Allah?

Baca juga: Apakah Amal Kita Diterima Allah SWT? Kenali Tanda-tandanya

Seperti halnya kemudahan lain, turunnya rezeki bisa dipengaruhi oleh dosa besar atau kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang menyebabkan dosa besar dan menghindarkan manusia dari kelapangan rezeki ini:

1.Menyekutukan Allah

Menyekutukan Allah adalah perbuatan syirik yang tidak akan diampuni Allah. Menyekutukan Allah sama saja dengan tidak memercayai keberadaaan dan kekuasaan-Nya. Perilaku menyekutukan Allah contohnya adalah dengan mencari jimat, memberikan tumbal, atau pesugihan karena memercayai bahwa hal tersebut dapat membuatnya kaya. Artinya mereka meyakini bahwa ada kekuatan lain yang mampu memberikan rezeki selain Allah.

Baca juga: KPPI: Butuh Peran Perempuan Wujudkan Indonesia yang Demokratis

Namun, sering kita lihat bahwa orang-orang yang melakukan pesugihan justru diberi kekayaan yang melimpah. Mengapa demikian? Harta melimpah tersebut bukan datang dari Allah, melainkan dari setan. Memang terlihat kaya, namun mungkin hidupnya tidak tenteram, diberi sakit, diberi banyak musibah, dan diberi banyak kesulitan lainnya.

Belum lagi hukuman yang menantinya kelak di akhirat. Maka, agar rezeki kita dilapangkan oleh Allah, dekatkanlah diri kita dengan Allah dan jangan sekali-kali menyekutukan Allah dengan apa pun selain-Nya.

2.Meninggalkan sholat

Sholat merupakan salah satu rukun islam dan wajib hukumnya bagi umat muslim yang sudah memasuki usia akil baligh. Perintah untuk beribadah salat pun sangat jelas tertuang di dalam Al-Qur’an. Artinya, meninggalkan ibadah sholat merupakan dosa besar yang apabila dilakukan terus-menerus akan menumpuk dan menumpuk.

Baca juga: Sri Mulyani Teken Aturan Bebas Pajak Mobil Baru, Ini Isinya

Orang-orang yang tidak salat adalah mereka yang sombong dan merasa tidak memerlukan Allah lagi. Hal inilah yang akan menjauhkannya dari lapangnya rezeki. Allah tidak akan memberikan kelapangan rezeki kepada orang yang tidak mau bersyukur kepada Allah.
halaman ke-1
cover top ayah
فَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنۡ يَّهۡدِيَهٗ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهٗ لِلۡاِسۡلَامِ‌ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ اَنۡ يُّضِلَّهٗ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ‌ؕ كَذٰلِكَ يَجۡعَلُ اللّٰهُ الرِّجۡسَ عَلَى الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

(QS. Al-An’am:125)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!