Inilah Karakter Buruk Manusia yang Disebutkan dalam Al Qur'an
Jum'at, 12 Maret 2021 - 09:01 WIB
loading...
Ada 4 karakter buruk manusia yang disebut dalam Al-Quran. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Allah telah menggambarkan proses penciptaan manusia secara rinci dalam QS Al-Mukminun ayat 12-14. Disamping kedahsyatan penciptaan manusia dan struktur yang ada dalam tubuhnya, manusia juga “dianugerahi” beberapa karakter buruk yang jika tidak diobati, maka akan merugikan manusia itu sendiri.
Baca juga: Hati-hati dengan Si Pencuri Sholat Ini
Beberapa karakter buruk manusia yang disebut dalam Al-Qur'an. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut karakter buruk manusia yang tercantum dalam Al-Qur'an:
1. Suka mengeluh atau berkeluh kesah
Firman Allah Ta'ala:
اِنَّ الۡاِنۡسَانَ خُلِقَ هَلُوۡعًا ۙ
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. Al-Ma’arij: 19)
Dari ayat di atas, dapat kita temukan salah satu sifat manusia yaitu suka berkeluh kesah, ketika menghadapi musibah dan masalah sekecil apa pun. Ini adalah sifat asal saat penciptaan manusia. Namun demikian, sebenarnya sifat ini memiliki hikmah tersendiri.
Baca juga: Fakhitah binti Abi Thalib, Saksi Sejarah Perjalanan Isra Mi'raj Nabi SAW
Misalnya, ketika manusia diberi ujian. Masalah adalah salah satu ujian Allah untuk hamba-Nya. Dua hal yang tidak bersifat permanen di dunia ini dan sering menjadi masalah bagi hamba adalah kesehatan dan rezeki. Namun, perubahan siklus kesehatan dan rezeki bertujuan sebagai sarana pengajaran.
Orang yang selalu dekat dengan Allah akan selamat dari kelemahan karakteristik ini. Saat diuji, ia akan langsung menyerahkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.
Baca juga: Mengqadha Sholat yang Terlupa, Bagaimana Tata Caranya?
2. Bersifat kikir
Dari ayat 19 surah Al-Ma’arij di atas juga dapat kita temukan sifat lain dari manusia, yaitu bersifat kikir. Manusia sangat tamak dan suka menumpuk-numpuk harta. Namun, jika dijalankan sesuai ajaran agama, menjauhi sifat tamak ini adalah jalan menuju surga.
Contohnya, tamak membuat manusia gemar mengumpulkan harta, namun agama menyuruh untuk menginfakkannya di jalan Allah, maka ia menjadi harga menuju surga. Mata ingin terus tidur saat waktu subuh, namun agama menyuruh untuk bangun dan menunaikan shalat subuh. Maka, jalan-jalan yang merupakan kebalikan dari sifat tercela adalah jalan menuju surga.
Baca juga : Tengah Mengkaji UU Provinsi, Komisi II DPR Apresiasi Usulan DIM Sumbar
3. Sikap zalim dan bodoh.
Allah Ta'ala berfirman :
“... sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).
Kezaliman dan kebodohan manusia dalam ayat di atas disebabkan karena rusak dan kotornya bumi, karena pertumpahan darah dan ulah manusia itu sendiri yang tidak merawat bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan Allah.
Baca juga: Pandemi Punya Peran Mempercepat Digitalisasi Perbankan
4. Tidak adil.
Berlaku adil adalah tindakan yang terkadang kurang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaum Madyan yang tidak berlaku adil, akhirnya diazab oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Dan Syu'aib berkata, ‘Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS. Hud: 85).
Betapa pun sulitnya menghindari tabiat yang sudah Allah lekatkan dalam diri manusia, dengan bertobat dan terus berdoa kepada-Nya, niscaya Allah meminimalkan karakter buruk tersebut dari dalam diri kita.
Baca juga: Tahun 2029 Asteroid Apophis Datangi Bumi Lagi dengan Jarak Hanya 40.000 Km
Wallahu A'lam
Baca juga: Hati-hati dengan Si Pencuri Sholat Ini
Beberapa karakter buruk manusia yang disebut dalam Al-Qur'an. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut karakter buruk manusia yang tercantum dalam Al-Qur'an:
1. Suka mengeluh atau berkeluh kesah
Firman Allah Ta'ala:
اِنَّ الۡاِنۡسَانَ خُلِقَ هَلُوۡعًا ۙ
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. Al-Ma’arij: 19)
Dari ayat di atas, dapat kita temukan salah satu sifat manusia yaitu suka berkeluh kesah, ketika menghadapi musibah dan masalah sekecil apa pun. Ini adalah sifat asal saat penciptaan manusia. Namun demikian, sebenarnya sifat ini memiliki hikmah tersendiri.
Baca juga: Fakhitah binti Abi Thalib, Saksi Sejarah Perjalanan Isra Mi'raj Nabi SAW
Misalnya, ketika manusia diberi ujian. Masalah adalah salah satu ujian Allah untuk hamba-Nya. Dua hal yang tidak bersifat permanen di dunia ini dan sering menjadi masalah bagi hamba adalah kesehatan dan rezeki. Namun, perubahan siklus kesehatan dan rezeki bertujuan sebagai sarana pengajaran.
Orang yang selalu dekat dengan Allah akan selamat dari kelemahan karakteristik ini. Saat diuji, ia akan langsung menyerahkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.
Baca juga: Mengqadha Sholat yang Terlupa, Bagaimana Tata Caranya?
2. Bersifat kikir
Dari ayat 19 surah Al-Ma’arij di atas juga dapat kita temukan sifat lain dari manusia, yaitu bersifat kikir. Manusia sangat tamak dan suka menumpuk-numpuk harta. Namun, jika dijalankan sesuai ajaran agama, menjauhi sifat tamak ini adalah jalan menuju surga.
Contohnya, tamak membuat manusia gemar mengumpulkan harta, namun agama menyuruh untuk menginfakkannya di jalan Allah, maka ia menjadi harga menuju surga. Mata ingin terus tidur saat waktu subuh, namun agama menyuruh untuk bangun dan menunaikan shalat subuh. Maka, jalan-jalan yang merupakan kebalikan dari sifat tercela adalah jalan menuju surga.
Baca juga : Tengah Mengkaji UU Provinsi, Komisi II DPR Apresiasi Usulan DIM Sumbar
3. Sikap zalim dan bodoh.
Allah Ta'ala berfirman :
“... sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).
Kezaliman dan kebodohan manusia dalam ayat di atas disebabkan karena rusak dan kotornya bumi, karena pertumpahan darah dan ulah manusia itu sendiri yang tidak merawat bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan Allah.
Baca juga: Pandemi Punya Peran Mempercepat Digitalisasi Perbankan
4. Tidak adil.
Berlaku adil adalah tindakan yang terkadang kurang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaum Madyan yang tidak berlaku adil, akhirnya diazab oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Dan Syu'aib berkata, ‘Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS. Hud: 85).
Betapa pun sulitnya menghindari tabiat yang sudah Allah lekatkan dalam diri manusia, dengan bertobat dan terus berdoa kepada-Nya, niscaya Allah meminimalkan karakter buruk tersebut dari dalam diri kita.
Baca juga: Tahun 2029 Asteroid Apophis Datangi Bumi Lagi dengan Jarak Hanya 40.000 Km
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :